Advertisement

Aliran Udara pada Bola Dunia
Dasar ilmu cuaca adalah tidak samanya pemanasan oleh matahari terhadap sistem udara—samudera di bumi ini. Daerah khatulistiwa menderita pemanasan lebih daripada daerah kutub. Namun selisih suhil: antara khatulistiwa dan kutub tidaklah sebesar seli sih suku yang berlaku seandainya tidak ada angin da tidak ada arus samudera.
Di khatulistiwa udara panas naik, kemudian terpecah: ada yang mengalir ke utara dan ada yang ke selatan. Aliran ini dikenaFseFagai angin antipasat. Di kutub udara dingin cenderung turun dan mengalir mengisi kekosongan di khatulistiwa. Jadi di belahan selatan ada angin (dari) selatan, dan di belahan utara ada’angin (dari) utara.
Seandainya bumi tidak bergasing, angin itu akan lurus mengikuti garis-garis bujur. Di belahan selat angin yang menuju khatulistiwa akan membelok k kiri, demikian pula angin yang menjauhi khatulistiwa.

Angin yang merupakan pergerakan udara terutama disebabkan karena perbedaan tekanan udara. Udara bertekanan tinggi mengalir ke daerah yang udaranya bertekanan rendah. Akibat adanya apa yang dinamakan efek Coriolis. Di belahan utara, sebaliknya, pembelokan adalah ke kanan. Lihat CORIOLIS, GAYA.
Untuk menghayati keadaan tersebut, bayangkan Anda berdiri tepat di atas kutub selatan dan bumi di bawah kaki Anda berputar menurut arah jarum jam. Bayangkan pula Anda menembakkan peluru secara mendatar. Meskipun relatif terhadap Anda peluru itu akan melintas lurus, namun relatif terhadap titik-titik bumi yang berputar ke kanan itu, peluru itu akan tampak serong ke kiri.
Dengan sangat sederhana (tanpa memperhatikan ciri geografis) dapatlah dikatakan bahwa ada dua titik dan dua jalur yang tekanan udaranya tinggi, yakni kedua kutub serta lintang selatan 30° dan lintang utara 30°. Sementara itu ada tiga jalur yang tekanan udaranya rendah, yakni khatulistiwa, lintang selatan 60° dan lintang utara 60°. Angin akan mengalir serong dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah di dekatnya.
Pola yang lebih realistis memperhitungkan juga musim atau tanggal, karena misalnya dalam bulan Januari matahari berada di selatan. Juga diperhitungkan beda antara benua dan samudera. Daratan pun bermacam-macam, ada dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan. Dari keadaan yang riil ini kita mengenal beberapa macam angin.
Angin pasat bertiup dari lintang 30° selatan maupun lintang 30° utara menuju khatulistiwa, untuk mengisi kekosongan di situ, karena udara panas di khatulistiwa bergerak naik. Jadi angin pasat terletak $ lapisan bawah dan angin antipasat terletak di lapisan atas; kedua angin ini berlawanan arah. Angin pasat lazim disebut juga angin niaga, karena armada layar perdagangan memanfaatkan angin ini. Angin pasat dari utara dan selatan bertemu di dekat khatulistiwa dalam daerah yang disebut daerah angin mati. Daerah ini berangin lemah, namun sering kaya akan hujan dan pada saat-saat tertentu di tempat itu bahkan terjadi angin ribut.
Di lintang 30° selatan maupun utara angin antipasat bergerak turun mengisi tempat-tempat yang kosong. Angin ini terbelah dua, menjadi angin pasat yang bergerak ke khatulistiwa dan angin barat yang bertiup ke kutub. Jadi angin pasat dan angin barat berlawanan arah dan bergerak saling menjauhi. Lintang 30° ini lazim disebut Lintang Kuda, karena di daerah ini sering terdapat angin mati untuk waktu yang lama. Kapal layar yang mengangkut kuda dan ternak lain sering kehabisan air segar menunggu saat bertiupnya angin. Daerah lintang kuda adalah zone yang bercuaca cerah meskipun berangin lemah.
Udara di atas kutub bertiup turun karena daerah itu lebih dingin. Ketika mencapai tanah, angin itu menyebar dan bergerak menuju khatulistiwa. Efek Coriolis menyebabkan angin itu kelihatan bertiup dari timur. Oleh karena itu angin dari kutub utara maupun selatan ini disebut angin timur kutub. Angin timur kutub dan angin barat bertemu di daerah lintang 60°; daerah ini bertekanan rendah, berawan, teduh, dan memiliki curah hujan tinggi. Di atas garis lintang 60° terdapat lingkaran dari angin-angin barat yang disebut arus jet (Jet stream). Daerah itu terletak sekitar 10—15 kilometer di atas tanah. Angin di daerah itu bisa mencapai kecepatan 320 kilometer per jam. Lihat juga ANGIN.
Sistem Tekanan Udara tinggi ataupun rendah biasanya meliputi daerah yang sangat luas. Sistem itu dapat mencakup daerah seluas 2,5 juta kilometer persegi, meskipun banyak yang mencakup daerah yang lebih kecil. Di daerah subtropika, angin yang bersuhu rendah (dari angin kutub timur) dapat bertemu dengan angin hangat (dari angin barat) dan menciptakan angin putar yang disebut kisaran. Ada dua macam kisaran, siklon dan antisiklon.
Angin siklon yang dibentuk oleh kisaran tidak sama dengan badai siklon. Putaran angin siklon ber¬tiup melingkar menuju pusat lingkaran karena daerah itu bertekanan rendah. Karena putaran bumi, siklon yang terjadi di sebelah utara khatulistiwa berputar berlawanan dengan arah jarum jam dan siklon di selatan khatulistiwa bergerak searah jarum jam. Angin siklon biasanya datang secara mendadak, membawa awan kelabu, dan diikuti dengan jatuhnya hujan atau salju. Angin antisiklon berputar keluar dari pusat, karena pusatnya merupakan daerah bertekanan tinggi. Di utara khatulistiwa antisiklon bergerak searah dengan jarum jam, di selatan khatulistiwa bergerak berlawanan arah dengan jarum jam.
Gelombang Udara. Massa udara merupakan batang udara yang sangat besar dan terbentuk melingkupi suatu daerah dengan suhu hampir konstan. Peredaran udara di atmosfer terjadi karena massa udara bergerak terus-menerus dari satu area ke area lainnya. Massa udara menentukan suhu daerah yang dilewatinya, tetapi hal itu terjadi secara perlahan-lahan karena massa udara berukuran sangat besar. Massa udara bisa mencakup daerah seluas 13 juta kilometer persegi.
Gelombang udara terbentuk ketika massa udara dingin bertemu dengan massa udara panas. Massa udara dapat menciptakan dua jenis gelombang udara, yakni gelombang udara panas dan gelombang udara dingin. Gelombang udara dingin merambat di bawah massa udara panas. Udara panas mengalir ke atas dan gelombang udara dingin menggantikannya di atas tanah. Pada gelombang udara panas, ujung rambatan bergerak menggantikan tempat yang ditinggalkan udara dingin ketika bergerak maju di tanah. Jadi, udara dingin selalu ada di bawah udara panas dalam rambatannya.
Gelombang udara dingin menyebabkan perubahan cuaca yang mendadak. Macam perubahan cuacanya sangat bergantung dari besarnya jumlah uap air di udara sebelum dilanda gelombang udara. Jika udaranya kering, gelombang udara dingin bisa mengakibatkan cuaca berubah menjadi berawan tetapi tidak menjatuhkan hujan. Jika udaranya lembap, gelombang udara dingin bisa membentuk awan sangat besar yang kemudian menjatuhkan hujan atau salju yang sangat lebat. Tetapi hujan lebat yang diakibatkan oleh gejala seperti itu tidak berlangsung lama.
Gelombang udara panas mengakibatkan lebih banyak perubahan cuaca. Perubahan itu terutama bergantung pada kelembapan massa udara panas yang bergerak maju. Jika udara kering, terbentuklah gumpalan-gumpalan awan yang kadang-kadang diikuti sedikit-hujan. Jika udaranya lembap, langit akan berubah menjadi gelap, dan akan turun hujan atau salju dalam beberapa hari. Setelah berlalunya gelombang udara panas yang menaikkan suhu udara secara tajam, langit berubah menjadi bersih dan udara akan bertambah lembap.
Ciri-ciri Geografis kontur permukaan bumi sangat berpengaruh terhadap perubahan cuaca secara keseluruhan. Kontur permukaan bumi seperti gunung, lautan, air, dan danau yang besar memiliki pengaruh besar terhadap cuaca. Selain itu perbedaan ciri geografis antara sebuah kota dan desa yang dikelilingi hutan juga mempengaruhi cuaca.
Ketika angin bertiup mendaki sebuah gunung, udaranya menjadi makin dingin. Uap air di dalamnya kemudian mengembun dan membentuk awan. Awan itu kemudian menutupi puncak gunung dan lereng dari mana arah angin itu datang. Pada bagian itulah lebih banyak turun hujan atau salju dibandingkan sisi lereng yang ada di baliknya. Setelah menurunkan hujan, udara mengalir turun pada sisi yang lain. Dengan demikian pada waktu turun, udara sudah berubah menjadi panas dan kering.
Samudera mempunyai pengaruh besar pada perubahan suhu di sepanjang pesisir pantai. Bila terkena sinar matahari, daratan lebih cepat panas dibanding lautan, tetapi lautan menyerap lebih banyak panas dan dapat menyimpannya lebih lama. Selama siang hari, daratan di sepanjang pantai menjadi lebih hangat dibandingkan lautan. Akibatnya, udara di atas daratan bergerak naik, dan angin sepoi-sepoi bertiup dari laut menuju daratan menggantikan angin naik tersebut. Di khatuiistiwa yang beriklim tropis, angin laut yang sepoi-sepoi dapat menurunkan suhu sebanyak sekitar 10° dalam setengah jam.
Jalan raya dan dinding gedung-gedung di kota-kota besar memantulkan banyak tambahan panas yang dihasilkan kendaraan bermotor, pabrik, dan sistem pendingin. Akibatnya banyak kota besar memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan desa-desa di sekelilingnya. Kendaraan bermotor, pabrik, dan pemanas juga melepaskan polusi ke udara, yang terdiri atas partikel-partikel padat dan cair. Kondensasi uap air pada partikel-partikel itu membentuk tetesan air hujan. Karena itu, banyak kota besar yang memiliki lebih banyak curah hujan dibanding daerah di sekelilingnya.
Badai adalah saat cuaca berubah menjadi suram dan sangat bengis. Ada beberapa macam badai, dengan berbagai tingkat kedahsyatan, antara lain badai guntur, badai salju, topan, dan tornado.
Badai Guntur adalah jenis badai yang paling sering terjadi. Badai “jatuh” dari awan kumulonimbus yang membengkak di atmosfer. Suhu awan di lapisan teratas (25.000 meter di atas tanah) berada cukup jauh di bawah 0°C. Di dalamnya, udara bergerak naik-turun dengan kecepatan 1,5 kilometer setiap menit, sehingga uap air di dalamnya berkondensasi secara cepat dan akhirnya terjadi hujan yang sangat lebat. Gerakan arus udara itu juga menyebabkan timbulnya listrik di dalam awan. Pelucutan listrik itu akhirnya menimbulkan kilat yang panas. Akibatnya udara mengembang dengan hebat dan menciptakan gelombang bunyi yang disebut guntur. Lihat lebih lanjut HALILINTAR.
Badai Salju sering terjadi ketika suhu berada di bawah titik beku. Dalam badai es, uap air jatuh sebagai hujan, tetapi pembekuan terjadi ketika titik-titik air itu menyentuh tanah. Akibatnya, lapisan es terbentuk di atas tanah. Badai salju biasanya terjadi ketika angin bertiup kencang. Selama badai salju, tiupan angin dapat mencapai kecepatan 60 kilometer per jam dan suhu dapat serendah -12°C.
Badai Topan adalah olakan angin berukuran raksasa yang sering terjadi di daerah khatulistiwa, terutama di tengah laut. Pusaran badai jenis ini mempunyai diameter 600—800 kilometer. Putaran angin di dekat pusat badai mempunyai kecepatan sekitar 120 kilometer per jam atau lebih. Angin topan menghantam daratan dengan kekuatan yang amat dahsyat dengan membawa gelombang besar dan hujan yang lebat, tetapi melemah dengan cepat sesudah menabrak daratan. Banyak badai topan yang menimbulkan banjir dengan akibat berupa malapetaka.
Tornado merupakan badai yang paling hebat. Tornado adalah angin putar berbentuk kerucut terbalik yang berkecepatan di atas 600 kilometer per jam. Tornado menghancurkan semua benda yang berada dalam lintasannya. Putaran anginnya biasanya berdiameter kecil, sekitar 1 kilometer. Tornado sering muncul ketika terjadi badai guntur. Bencana yang ditimbulkan dalam sekejap sangat mengerikan.

Advertisement

Incoming search terms:

  • Aliran udara di kutub terjadi secara
  • massa udara yang bergerak secara berputar-putar disebut
  • aliran udara dikutub terjadi secara
  • istilah lintang kuda terdapat pada lintang
  • lintang kuda
  • mengapa udara mengalir dari kutub ke katulistiwa
  • ciri daerah lintang kuda
  • pengertian gelombang dingin
  • mengapa di sekitar pusat tekanan rendah di sebelah utara khatulistiwa terjadi perputaran angin berlawanan
  • istilah lintang kuda

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Aliran udara di kutub terjadi secara
  • massa udara yang bergerak secara berputar-putar disebut
  • aliran udara dikutub terjadi secara
  • istilah lintang kuda terdapat pada lintang
  • lintang kuda
  • mengapa udara mengalir dari kutub ke katulistiwa
  • ciri daerah lintang kuda
  • pengertian gelombang dingin
  • mengapa di sekitar pusat tekanan rendah di sebelah utara khatulistiwa terjadi perputaran angin berlawanan
  • istilah lintang kuda