Advertisement

Umum mengakui bahwa sejarah agama setua sejarah manusia. Tetapi para pemikir tidak mempunyai ide seragam mengenai agama, masing-masing memberi tekanan tertentu.

1. Berawal dari animisme dan magi, agama-agama besar telah melewati banyak tahap perkembangan. Agama Yunani menandakan suatu tahap peralihan dan menarik menuju agama besar. Heraklitos mengeritik agama-agama populer Yunani. Dikatakannya, karena dewa-dewi tidak dapat lahir atau mati, kisah-kisah keagamaan Yunani memberikan jalan bagi kepercayaan sia-sia.

Advertisement

2. Sejumlah kaum apologis Kristen beranggapan bahwa analisis filosofis tidak relevan dengan keyakinan beragama. Tertullianus malah bersikukuh bahwa ia percaya karena agama itu absurd.

3. Sikap yang kedua, yang dianut oleh banyak filsuf, adalah sikap Thomas Aquinas. Yang disebut terakhir ini berkeyakinan bahwa filsafat berperanan dalam hubungan dengan agama, kendati ada beberapa doktrin yang hanya dapat dibangun oleh iman saja. Di antara para pemikir Renaissance, Pico della Mirandola menganut pandangan yang sama.

4. Di kalangan kaum deis yang mendukung agama natural ter- dapat Tindal, William Wollaston, dan Thomas Chubb.

5. Holbach beranggapan bahwa agama, yang tidak punya pengetahuan pasti, hendaknya digantikan oleh ilmu pengetahuan. Pandangannya mengenai agama Kristen sebagai kepercayaan sia-sia yang didukung para imam, memiliki kesejajarannya dalam klaim Charvaka bahwa agama secara memadai dijelaskan oleh hidup yang baik, yang ditunjang oleh para bhiksu.

6. Kant menafsirkan agama dalam kerangka moral, membatasi cakupannya pada jangkauan rasio saja.

7. Herder merupakan salah seorang yang pertama menemukan agama berkaitan sangat erat dengan mitos dan puisi.

8. Bagi Hegel, agama adalah pengganti filsafat tetapi agama Kristen, di antara agama-agama, merupakan kebenaran absolut dalam bentuk piktorial.

9. Schleiermacher, menghubungkan agama dengan perasaan, dan khususnya dengan perasaan ketergantungan.

10. Bagi Feuerbach, esensi agama adalah proyeksi sifat-silat manusia. Comte dan Feuerbach menuntut agama baru: kema- nusiaan.

11. Kierkegaard bicara tentang sebuah agama universal yang dibedakannya dari kekristenan. Yang belakangan dianggapannya lebih agung.

12. Ritschl dan Troeltsch memandang agama memiliki otonomi yang tidak dapat dipengaruhi daya akal. Kenyataannya, pendekatan mereka terhadap agama (kekristenan) bersifat historis. Namun demikian, dalam pandangan mereka kekristenan muncul dari sejarah sebagai suatu yang absolut.

13. Haeckel menganjurkan “agama monistik” tanpa embel-embel adikodrati.

14. Bagi Hoeffding, agama-agama dibedakan satu sama lain berkenaan dengan perbedaan dalam nilai-nilai yang dikandungnya.

15. Freud melihat agama sebagai ilusi dan prakteknya sebagai partisipasi dalam neurosis massa.

16. Durkheim, yang meneruskan rangkaian pemikiran yang berlawanan, memandang agama secara naturalistik; menganggap fungsinya sebagai penciptaan dan pelestarian kesetiakawanan sosial.

17. Santayana melihat agama sebagai jembatan antara magi dan sains (ilmu pengetahuan).

18. Rudolf Otto, analog dengan Ritschl dan Troeltsch, menda- patkan konsep-konsep yang mau dipakainya dalam lilsafat agama dari sejarah. Setelah diperoleh, ia mengembangkan- nya secara sistematis. Namun demikian, ia tidak mengandai- kan keabsolutan sebagaimana para pendahulunya. Tafsirannya atas agama dipusatkannya di seputar ide yang kudus, yang numinous.

19. Cassirer memandang agama sebagai semacam komunikasi, yang pada hakikatnya bersifat metaforis, yang berbeda dengan tipe pemikiran simbolis yang dipakai dalam ilmu.

20. Perkembangan neo-Ortodoksi meliputi antara lain Barth, Brunner, dan Reinhold Niebuhr. Mereka menggunakan rasio dalam pengertian forensik guna mengungkapkan sesuatu yang bersifat “sataniah” dalam kehidupan kita sehari-hari, yang bermuara pada klaim bahwa Allah “lain sama sekali”.

21. Paul Tillich menafsirkan Allah sebagai dasar ada dan agama sebagai obyek keprihatinan terakhir manusia.

Incoming search terms:

  • definisi agama menurut schleiermacher
  • agama menurut schleirmacher
  • definisi agama menurut schleiemacher
  • definisi agama menurut schleimeier
  • Pegertian/definisi Agama
  • pengertian agama menurut Rudolf Otto
  • pengetian agama menurut kant

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi agama menurut schleiermacher
  • agama menurut schleirmacher
  • definisi agama menurut schleiemacher
  • definisi agama menurut schleimeier
  • Pegertian/definisi Agama
  • pengertian agama menurut Rudolf Otto
  • pengetian agama menurut kant