Advertisement

Akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen bertumpu pada suatu sistem pembukuan tertentu yang mencatat berbagai data penting mengenai transaksi yang dilakukan oleh unit ekonomi yang bersangkutan. Akuntansi berkenaan dengan penyediaan informasi perihal berbagai kegiatan ekonomi dari berbagai entitas ekonomi (disebut pula entitas akuntansi), mulai dan perusahaan biasa sampai dengar, satu perekonomian nasional secara keseluruhan atau negara. Dalam pengertiannya yang tradisional, akuntansi hanya ditujukan bagi unit ekonomi kecil. Ada dua istilah yang perlu dibedakan di sini yakni akuntansi keuangan (finance accounting) dan akuntansi manajemen (management accounting).

Akuntansi keuangan khusus menyangkut informasi keuangan bagi mereka yang ndak langsung terkait (pemilik saham, kredit atau pihak-pihak lain yang turut berkepentingan namun tak terlibat langsung dalam operasi perusahaan (misalnya serikat pekerja atau kelompok konsumen). Bentuk sajian informasinya sendiri biasanya adalah sebuah neraca keuangan (paparan tentang segenap aktiva dan pasiva pada titik waktu tertentu) dan laporan pernyataan tentang pendapatan, pengeluaran dan laba selama periode/kurun waktu tertentu), serta sejumlah catatan dan dokumen penunjang. Di sebagian besar negara, bentuk laporan akuntansi keuangan bagi perusahaan dibakukan melalui peraturan resmi, dan isinya harus diperiksa dan disahkan oleh auditor Independen. Di sejumlah negara, standar-standar akuntansi juga diseragamkan oleh asosiasi profesi akuntan resmi, atau oleh suatu lembaga idependen yang ditunjuknya, seperti Dewan Standar Akuntansi Keuangan Amerika Serikat (United States Financial Accounting Standards Board) yang berwenang menentukan bentuk dan prosedur laporan keuangan yang baku. Keharusan pemeriksaan oleh pihak ketiga dimaksudkan untuk mencegah penyelewengan atau ketimpangan teknis yang akan mengakibatkan asimetri informasi antara penyedia dan pemakai informasi itu. Tanpa pemeriksaan seperti itu, kejujuran dan akurasi laporan akan dipertanyakan, karena seiaiu ada godaan kuat bagi pihak penyusun untuk membuatnya sedemikian rupa sehingga tidak mencerminkan kenyataan, namun lebih sesuai dengan kepentingannya sendiri. Ada pun akuntansi manajemen adalah penyediaan informasi bagi pihak pimpinan atau manajemen di suatu unit ekonomi, untuk membantu mereka mengadakan perencanaan, pembuatan keputusan, dan pengawasan. Karena perencanaan dan pembuatan keputusan itu terkait erat dengan masa depan, maka laporan akuntansi manajemen ini sering memuat proyeksi-proyeksi bagi masa mendatang yang lazim disebut anggaran (budget). Beberapa di antaranya yang terpenting adalah anggaran modal (capital budgeting) yang menilai investasi di masa depan, dan anggaran kas (cash budgeting) yang memperkirakan arus masuk dan arus keluar kas (cash inflows and outflows) serta berbagai implikasinya bagi operasi bisnis. Akuntansi manajemen juga berkaitan dengan pengawasan dan penilaian atas hasil-hasil realisasi anggaran atau rencana-rencana terdahulu. Dari analisis ini pimpinan dapat menganalisis biaya, serta mengukur efektivitas serta efisiensi operasi perusahaannya, baik itu per sub-unit, atau secara keseluruhan. Karena kebutuhan informasi bagi pihak manajemen ini berbeda-beda sesuai dengan jenis kegiatan, ukuran dan struktur manajemen dari setiap unit ekonomi, dan karena tidak ada peraturan yang membakukannya serta tidak ada auditnya pula, maka bentuk laporan dan juga teknik serta prosedur penyusunan akuntansi manajemen ini sangat bervariasi. Pihak manajemen memiliki kontrol langsung terhadap sistem informasi di perusahaannya, sehingga peraturan yang mengawasi praktek akuntansinya tidak begitu penting. Namun dalam perusahaan atau organisasi yang sangat besar, asimetri informasi antarbagian mudah terjadi dan peluang penyelewengan informasi yang menguntungkan salah satu subunit sembari merugikan yang lain (misalnya saja antara kepala cabang dengan pejabat di kantor pusat) cukup besar sehingga sistem audit internal. dalam kasus ini. harus diadakan.

Advertisement

Sejauh mana keduanya dapat didasarkan pada catatan-catatan yang sama, sangat tergantung pada lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan/ organisasinya, serta kehendak pihak manajemennya. Namun semua sistem akuntansi pada dasarnya memiliki beberapa aturan atau prinsip yang sama. Yang utama adalah prinsip pencatatan ganda (double-entry bookkeeping). Atas dasar prinsip ini, semua transaksi harus dicatat dua kali, sekali sebagai debet dan sekali sebagai kredit guna menyeimbangkan keseluruhan neraca. Logikanya adalah, setiap transaksi bisa dipandang sebagai debet (penambahan nilai aset), atau sebaliknya sebagai kredit (pengurangan aset). Misalnya utang. Ini menambah kredit, karena memperbesar kewajiban pembayaran bagi pemilik kepada pihak luar, namun sekaligus memungkinkan pemilik menambah kapasitas produksinya. Kebiasaan ini bermula dari praktek pencatatan para pedagang di Italia di abad kelimabelas. Prinsip ini tetap berlaku, meskipun pembukuan sudah dilakukan dengan komputer yang memakai format matriks (tidak lagi dua halaman terpisah seperti pada pembukuan tradisional). Keseluruhan sistem akuntansi dibuat sedemikian rupa untuk mencegah penyelewengan dan kealpaan, dan ini merupakan aspek yang sangat penting bagi para akuntan. Secara tradisional, orientasi akuntansi dipusatkan pada pencatatan setiap transaksi atas dasar biaya historisnya, atau dalam satuan dan harga ketika transaksi itu sendiri terjadi. Jadi, setiap aktiva/aset akan dicatat sesuai dengan harga pembayarannya. Namun tekanan inflasi dan perubahan harga yang kian sering terjadi dewasa ini memaksa dilakukannya peninjauan kembali atas relevansi dan kegunaan biaya historis tersebut. Karena itu pula akuntansi inflasi (inflation accounting) kini kian penting. Diusulkan agar biaya-biaya historis itu ditinjau secara berkala agar lebih mencerminkan nilainya yang tengah berlaku, serta dikaitkan dengan indeks harga umum agar dapat pula mencerminkan dampak inflasi terhadap nilai unit moneter (uang) yang dipakai sebagai satuan hitungnya. Himbauan ini lebih ditujukan pada akuntansi keuangan, namun diharapkan pula dapat diterapkan pada akuntansi manajemen. Praktek-praktek dan prosedur akuntansi keuangan belakangan ini semakin dituntut agar lebih transparan karena masyarakat luas kini jga merasa perlu mengetahui operasi bisnis unit-unit ekonomi tertentu, khususnya organisasi atau perusahaan yang dibiayai oleh uang puoiik dan pemerintah. Ada pula desakan agar yang dihitung nilainya bukan cuma benda-benda mati saja, melainkan juga sumber daya riset dan sumber daya manusia, yang perannya sebagai instrumen pencetak laba jelas tidak kalah pentingnya dengan alat-alat produksi fisik. Bahkan ada pula tuntutan agar aset dan peran suatu unit ekonomi bagi pelestarian lingkungan dan kepentingan sosial juga dihitung. Sementara itu. akutansi di sektor publik dan organisasi-organisasi niriaba jga lebih diperhatikan. Kemajuan terakhir dakm akuntansi manajemen. yang ditunjang oleh teknologi komputer, juga mencakup penyempurnaar. metode statistik dan matematika riset operasional. serta berbaga: simulasi canggih lainnya guna mendukung proses pembuatan keputusan Kemajuan ini dibarengi puia dengar, meningkatnya perhatian terhadap aspek-aspek perilaku. Sebagai contoh, diselenggarakan serangkaian penelitian menoenai resoon manusia terhadap berbagai target yang ditetapkan cler. para akuntan manajemen. Bidang axuntans secara keseluruhan sekarang ini tengah mengalami perkembangan pesat, baik dalam nset maupun prakteknya.

Incoming search terms:

  • arti diseragamkan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti diseragamkan