Advertisement

ANARKISME

1. Sebagai doktrin politis dan filosofis, istilah ini baru beredar abad ke-19. Pertama kali digunakan dalam arti ini oleh Proudhon, istilah ini diangkat oleh Bakunin. Semenjak itu digunakan untuk menunjuk kepada aneka ragam doktrin yang berkisar seputar keyakinan bahwa negara yang teratur merupakan biang keladi ketidakadilan di tengah manusia dan karenanya harus dilenyapkan. Cara penghapusannya berbeda- beda menurut penganutnya. Ada yang menganut pandangan evolusioner; ada pula yang revolusioner; ada yang menganut garis keras, ada juga yang menganut garis lunak.

Advertisement

2. William Godwin, penulis politik Inggris, mengharapkan munculnya anarkisme melalui perkembangan moral manusia secara bertahap.

3. Max Stirner, filsuf Jerman, berkeyakinan bahwa kedatangan anarkisme adalah pasti dengan pemberontakan perseorangan dan bukan revolusi. Dan pemberontakan demikian mesti mengikuti pemupukan dan pengembangan individualisme.

4. Joseph Proudhon, filsuf Perancis, mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara bertahap hubungan timbal balik atau kegotong-royongan; suatu rasa sosial yang semakin bertambah di tengah manusia. Penyebaran dan persebaran kerja- sama sukarela macam ini akan menggantikan negara.

5. Mikhail Bakunin, penulis dan aktivis politik Rusia, menganut doktrin revolusioner, yang bermuara pada penghancuran negara.

6. Leo Tolstoy, filsuf sosial dan novelis Rusia, menganjurkan revolusi moral tanpa kekerasan, yang mengarah pada penghapusan negara. Dia mewakili anarkisme religius.

7. Peter Kropotkin, filsuf sosial dan pengarang Rusia, mengutarakan bahwa teori Darwin terlalu melebih-lebihkan kompetisi dalam evolusi; gotong royong tidak kalah pentingnya. Anarkisme merupakan gerakan kembali kepada masyarakat alamiah.

Incoming search terms:

  • definisi anarkisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi anarkisme