Advertisement

1.            Teori atomisme paling tua dapat ditemukan dalam filsatat India Jainisme yang muncul sekitar tahun 800 SM.

2.            Di dunia Barat teori Leukipos dan Demokritos (abad ke-5 SM) menganggap unsur-unsur terakhir hal-hal sebagai entitas-entitas spasial yang tak dapat dibagi lebih lanjut. Obyek-obyek kehi- dupan adalah senyawa-senyawa yang terdiri atas entitas seperti ini.

Advertisement

3.            Epikuros melanjutkan perkembangan teori itu di Barat pada abad ke-4 SM sebagaimana dilakukan Heraclides, kendati Heraclides mengakui adanya perbedaan-perbedaan kualitatif di antara atom-atom.

4.           Strato, abad ketiga, menganut pandangan bahwa atom-atom dapat dibagi secara tak terbatas, dan peka terhadap panas dan dingin.

5.            Di dunia Timur, tradisi itu diteruskan pada abad ke-4 oleh dua sistem filsafat India, Nyaya dan Vaiseshika, dan juga oleh kaum Budhis Utara.

6.            Pada abad I SM di dunia Barat, Lucretius mengikuti Demokritos dan Epikuros, tetapi lebih lanjut memberikan atom- atom daya belok, yang menunbulkan pusaran-pusaran dan me- lahirkan dunia.

7.            Perkembangan final teori atom terjadi di Barat. Galileo mendapati atomisme konsisten dengan studi-studi eksperimentalnya. Perkembangan teori korpuskular abad ke-17 di kalangan filsuf berawal dari teori Demokritos dan Epikuros. Pierre Gassendi mengikuti Epikuros secara khusus, sebagaimana Berigard dan Maignan. Sedangkan Descartes mengembangkan pandangan asali yang mengidentikkan materi dan ekstensi (keluasan). X. Semenjak abad ke-17 atomisme diterima sebagai interpretasi ilmiab.

Advertisement