Advertisement

1. Herbert dari Cherbury, pendiri deisme, tidak menolak baik wahyu kodrati (yang dekat dengan intuisi) maupun wahyu pribadi yang berkaitan dengan cara hidup.

2. Matthew Tindal menyamakan kekristenan dengan agama natural (alamiah). Ia menamakan dirinya seorang deis kristen. Bukunya Christianity as Old as the Creation disebut Alkitab Deis.

Advertisement

3. William Wollaston menyamakan agama natural dengan akal. Menurutnya, mengikuti alam berarti mengikuti Allah.

4. John Toland menandaskan kemasukakalan kekeristenan. Baginya, kebenaran merupakan satu-satunya ortodoksinya.

5. Thomas Woolston menganjurkan penafsiran secara alegoris atas agama dan melawan baik nubuat maupun mukjizat.

6. Thomas Chubb meneruskan pandangan deisme Khsten dalam pengertian awal yang diutarakan oleh Herbert dari Cherbury dan Tindal.

7. Voltaire, terkenal sebagai Deis Perancis, sangat memperhatikan kaum deis Inggris. Dalam tulisan-tulisannya mereka dijadikan acuannya.

Advertisement