Advertisement

1. Kierkegaard melontarkan banyak tema eksistensialisme. Secara khusus, ia memberi tekanan pada individu, pentingnya subyektivitas, dan Angst atau penderitaan sebagai emosi sentral kehidupan manusia. Berkaitan dengan Allah ia menandaskan perlunya “lompatan iman”.

2. Nietzsche menyumbang gerakan itu dengan tema “Allah mati”. Tiap individu mesti mencari nilai-nilainya sendiri, sebagai jembatan menuju masa depan.

Advertisement

3. Unamuno menandaskan banyak penegasan Kierkegaard: individu konkret (yaitu manusia yang “berdaging dan bertulang”), “kehidupan tragis”, dan penggantian keyakinan yang benar dengan kebenaran obyektif.

4. Ortega menandaskan individu konkret, dan “rasio vital”. Manusia tak punya hakikat tetapi hanya sejarah. Namun begitu, tujuan manusia adalah autentisitas.

5. Heidegger menandaskan kebebasan manusia, autentisitas, Sorge atau kepedulian, dan das Nichts atau Ketiadaan sebagai kategori dasar dan positif.

6. Jaspers membangun filsafac eksistensi (Existenz-Philosophy) seputar ide autentisitas. la juga menegaskan kebebasan dan historicas manusia.

7. Marcel seorang eksistensialis teis. Ia menandaskan keunggulan yang konkret atas yang abstrak, dan misteri yang-ada.

8. Sartre menggabungkan semua tema eksistensialisme ateistik: kebebasan radikal manusia, dan posisinya sebagai “ketiadaan yang meniadakan”; kematian Allah; pencarian nilai; otentisitas; adanya Angst (kecemasan mendalam); dan ketiadaan sebagai kategori pokok.

Advertisement