Advertisement

1. Dalam hal perbandingan tekanan, terkadang diterima bahwa Plato adalah seorang rasionalis dan Aristoteles empiris. Plato lebih kerasan dengan matematika dan dialektika, sedangkan Aristoteles berkonsentrasi pada ilmu-ilmu induktif. Namun de- mikian, kedua filsuf kuno dan malahan kaum Platonis dan Aristotelian pada segala zaman mengkombinasikan rasionalisme dengan empirisme.

2. Untuk menemukan empirisme murni atau penuh, perlu ditelusuri tradisi-tradisi yang memberikan tekanan lebih besar pada observasi dari pada ide atau esensi. Di kalangan filsuf Yunani Demokritos dan Epikuros termasuk dalam tradisi ini. Mereka mengembalikan seluruh pengetahuan kepada influx atau (gelombang) bayangan atau (/mages) dari semua hal yang dipersepsi, dan seluruh pengetahuan kepada residu material ini. Pada Abab Pertengahan, William Ockham membuat pembedaan antara dua macam pengetahuan. Pertama, pengetahuan yang eviden oleh makna istilah-istilah. Kedua, pengetahuan yang eviden berdasarkan pengalaman.

Advertisement

3. Roger Bacon menuntut “inspeksi langsung” dan “ilmu eksperimental” Francis Bacon mengerjakan “tabel induksi” dan melancarkan serangan terhadap rasionalisme dalam segala bentuknya. Locke mengembalikan seluruh ide kepada pengalaman dan mengajukan ide-ide bawaan. Berkeley mengidentikkan yang-ada dengan yang dipersepsi. Hume meneruskan tekanan Locke bersama dengan penegasan Ockham. la membedakan antara fakta dan relasi ide-ide.

4. J.S. Mill menekankan logika induktif. Dalam analisis relasi-relasi kausal (hubungan sebab akibat) ia gunakan metode- inetode empiris. Matematika dianggapnya sebagai disiplin empiris. Berpendapat bahwa materi tidak lebih daripada kemungkinan permanen sensasi (penginderaan).

5. Gerakan pragmatisme penghujung abad ke-19 dan awal abad ke-20 menjadikan empirisme suatu tes makna maupun tes kebenaran. William James menamakan teori pengetahuannya “empirisme radikal”.

6. Abad ke-20 positivisme logis Lingkungan Wina dapat di- tafsirkan sebagai usaha pembersihan filsafat dari unsur-unsurnya yang bukan empiris. A.J. Ayer dan Herbert Feigl, anggota Lingkungan Wina, menamakan pandangan mereka “empirisme logis”.

7. Gerakan fenomenalisme merupakan upaya membangun dunia dari data empiris saja. Interpretasi H.H. Price terhadap yang baku standar” (standar solid) sebagai konvergensi keluarga-data inderawi juga termasuk arus ini.

8. Ada yang menantang aliran ini. Misalnya, Levi-Strauss dan P. Feyerabend. Yang terdahulu beranggapan bahwa empirisme tidak dapat diterapkan pada analisis mitos. Yang belakangan berpandangan bahwa empirisme tak dapat dijadikan basis universal pengetahuan faktual.

Incoming search terms:

  • definisi empirisme
  • arti dari emverisme
  • defenisi empirisme
  • pengertian empierisme
  • penjelasan pengetahuan faktual yang empiris
  • tradisi empiris

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi empirisme
  • arti dari emverisme
  • defenisi empirisme
  • pengertian empierisme
  • penjelasan pengetahuan faktual yang empiris
  • tradisi empiris