Advertisement

1. Bagi Aristoteles enteleki dari suatu hal merupakan realitasnya yang lengkap maupun daya pendorong hal itu untuk mencapai kelengkapan atau kesempurnaan. Dalam filsafat Aristoteles, enteleki sinonim dengan aktualitas purna. Maksudnya, tidak ada potensialitas yang direalisir lebih jauh, di mana esensi sesuatu telah dipenuhi. Juga dalam filsafat Aristoteles, “enteleki-enteleki” dianggap sebagai regulator (pengatur) kegiatan yang teratur yang menyebabkan benda-benda menjalankan apa yang alamiah baginya dan mencari tujuan atau pemenuhan kodrati. Enteleki bisa juga berarti maksud atau tujuan itu sendiri yang sudah terpenuhi. Ini merupakan daya yang menarik usaha atau sebagai prinsip aktif yang mengubah potensialitas menjadi realitas.

2. Leibniz menerapkan istilah ini pada monade-monade. Leibniz memakai istilah ini sehubungan dengan monadologinya. Monade dominan ada di dalam suatu kompleks monade-monade. Enteleki terakhir adalah Monade Dominan atau Allah.

Advertisement

3. Dalam Vitalisme Hans Driesch, istilah ini dipakai untuk menunjukkan daya batin pengendali organisme biologis. Hans Driesch menggunakan istilah enteleki (prinsip hidup) untuk mencirikan proses perkembangan yang berarah atau bertujuan dalam embriologi. Proses ini dikendalikan oleh enteleki yang sendiri mengandung tujuan tersebut. Proses ini juga tidak dapat dijelaskan dengan hukum fisika atau pun sebagai gerak fisiko-kimiawi. Hans Driesch, sebagai seorang pcngikut vitalisme terkenal, menandaskan, ada prinsip kehidupan yang khas atau enteleki yang memberi hidup kepada sesuatu yang hidup. Dia juga mengatakan, sifat khas tingkah laku ialah bertujuan dan berarah. Proses dan organisme hidup yang berarah merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam setiap penjelasan tentang kehidupan.

Incoming search terms:

  • enteleki

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • enteleki