Advertisement

 

1. Dalam logika tradisional, individu adalah subyek logis yang menerima predikat-predikat, dan tidak dapat menjadi predikat untuk apa pun yang lain. Misalnya, orang berkata manusia adalah rasional, bukan rasional itu adalah manusia. Dari Aristoteles melalui Boethius (yang memperkenalkan ke dalam logika istilah individuum) hingga jaman modern, penggunaan seperti ini berlaku.

Advertisement

2. Dengan individu juga dimaksudkan sesuatu yang kongkret, yang kepadanya diterapkan prinsip tiada jalan tengah dalam kaitan dengan setiap predikat yang mungkin. Ini paham yang lebih metafisis. Dan diskusi mengenai cara menjelaskan ide mengenai predikat (penentu, individuasi) berlangsung sepanjang sejarah filsafat. Prinsip-prinsip individuasi alternatif sudah diajukan. Dalam pandangan Aristoteles, karena suatu format tunggal sama untuk semua anggota dari suatu klas, maka materi mesti merupakan prinsip individuasi.

3. Thomas Aquinas memperjelas bahwa materi merupakan prinsip individuasi pada hal-hal yang berkaitan; namun demikian, bukan materi pertama, melainkan materi tertentu yang memiliki tiga dimensi. Individualitas para malaikat diakui, karena pada tiap malaikat terbentuk spesies tertentu; maka masing- masing mempunyai forma yang berlainan. Pembedaan-pembedaan ini menjelaskan tetapi tidak menyelesaikan masalah.

4. Bonaventura berpandangan bahwa individuasi bukan fungsi materi dan forma secara sendiri-sendiri, melainkan fungsi keduanya secara bersama-sama.

5. Godfrey dari Fontaines menganggap forma substansial sebagai prinsip individuasi.

6. Bagi Duns Scotus, prinsip individuasi dinamakan haecceitas, penentuan esensi tiap hal yang membedakan dari setiap lainnya.

7. Bagi Suarez, individu merupakan kesatuan formal yang tersusun dari dua kesatuan lain, yang satu material dan lainnya formal.

8. Leibniz mengatasi problem itu dengan prinsip identitas indiscernibilia (hal-hal yang tak dapat dibagi). Ini membawanya kepada kesimpulan bahwa terdapat suatu perbedaan hakiki dan masuk akal antara setiap dua hal di alam raya ini.

9. Hegel mendefinisikan individu sebagai kesatuan yang universal dan yang partikular. Menurutnya, yang universal, jika berkembang atau terungkap sepenuhnya, merupakan yang individual.

10. Schleiermacher membedakan individu manusia dari individu-individu lain oleh propriumnya, yaitu ciri batin yang memberinya kesatuan-kehidupan.

Incoming search terms:

  • definisi individu
  • Devinisi individu
  • defenisi individu
  • devinisi individual

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi individu
  • Devinisi individu
  • defenisi individu
  • devinisi individual