Advertisement

1. Interpretasi tradisional atas intelek (akal budi) berawal dari Aristoteles. Aristoteles membagi intelek ke dalam dua bagian: pasif dan aktif. Yang pasif menerima bahan-bahan dari indera, sedang yang aktif mengolah bahan-bahan itu untuk menciptakan dan menyaling-hubungkan ide-ide.

2. Avempace membuat pembedaan yang sama. Intelek aktif dilihat sebagai tujuan usaha manusia, suatu eksistensi yang diwujudkan Iebih lengkap.

Advertisement

3. Averroes memandang intelek aktif sebagai bagian manusia yang imortal, walau intelek pasif memuat kondisi-kondisi individualitas. Pandangan ini, yang tampaknya menghilangkan imortalitas perorangan manusia, dikritik tajam. Averroes memandang ini, bukan tanpa alasan, sebagai pandangan Aristoteles.

4. Thomas Aquinas juga mengikuti pembedaan Aristoteles. Intelek pasif, atau intellectus possibilis, menerima pbantamala (data-data kasar) dari pancaindera, dan intelek aktif, atau intellectus agens, menangkap forma atau esensi, yang diabstraksikan dari data- data tersebut. Bagi Aquinas, intelek adalah imortal, dan dengan demikian sanggup berada secara terpisah dari tubuh.

5. William Ockham berpendapat bahwa ia tidak menemukan alasan untuk percaya kepada eksistensi intelek aktif, meskipun ia menerimanya berdasarkan otoritas para kudus dan para filsuf. Juga ia tidak menemukan intelek dan kehendak sebagai fakultas-fakultas tersendiri.

Incoming search terms:

  • pengertian intelek
  • maksud intelek
  • intelek tradisional
  • pengertian dari intelek
  • pengertian intelek pasif
  • arti avempace
  • intelek maksud
  • intelek intelek terpisah
  • definisi intelek
  • penhertian intelek

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian intelek
  • maksud intelek
  • intelek tradisional
  • pengertian dari intelek
  • pengertian intelek pasif
  • arti avempace
  • intelek maksud
  • intelek intelek terpisah
  • definisi intelek
  • penhertian intelek