Advertisement

1. Perbedaan antara kebaikan atau nilai instrumental dan intrinsik berasal dari orang Yunani. Kebaikan intrinsik adalah hal-hal yang baik dalam dirinya sendiri; sementara kebaikan instrumental bernilai dalam memungkinkan adanya kebaikan lain.

2. Ide mengenai kebaikan intrinsik berfusi dengan konsepsi kebaikan tertinggi (summum bonttm). Mengenai kebaikan ter- tinggi terdapat macam-macam penafsiran. Aristoteles menganggap kebahagiaan (eudaimonia) sebagai kebaikan tertinggi. Sedangkan kaum Epikurean memilih kesenangan (kenikmatan) sebagai kebaikan terakhir, kaum Stoa apathia (rela menderita), agama Kristen ant a, Confucianisme li (kesopanan, tatakrama).

Advertisement

3. Bagi Plato, kebaikan tertinggi dimengerti sebagai prinsip transendental yang mempengaruhi dunia.

4. Aquinas mendefinisikan kebaikan sebagai sesuatu yang pada hakikatnya memuaskan hasrat. Kebaikan juga dianggapnya sebagai salah satu transendenlalia yang mengena pada segala sesuatu dalam arti tertentu.

5. Helvetius menyamakan kebaikan umum dengan kesenangan bersama.

6. Bagi Hegel, kebaikan merupakan koinsidensi kehendak manusia dengan yang universal; yaitu yang rasional.

7. Bagi Westermarck, kebaikan timbul dari sikap penghargaan dalam masyarakat dan kebenaran dari sikap pencelaan.

8. G.E. Moore melihat kebaikan sebagai kualitas yang tak dapat dianalisis, yang harus diintuisi.

9. Berdyaev menyamakan kebaikan dengan kreativitas dan spontanitas.

10. Bagi Blanshard, kebaikan merupakan paduan kepuasan dan kepenuhan.

Incoming search terms:

  • pengertian kebaikan
  • definisi kebaikan
  • defenisi kebaikan
  • definisi kabaikan
  • definisi kebaikan bersama
  • engertiam kebaikan umum
  • pengertian tentang kebaikan
  • pwngertian kebaikan bersama

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kebaikan
  • definisi kebaikan
  • defenisi kebaikan
  • definisi kabaikan
  • definisi kebaikan bersama
  • engertiam kebaikan umum
  • pengertian tentang kebaikan
  • pwngertian kebaikan bersama