Advertisement

1. Plato dan Aristoteles dalam Akademi dan Liseum mendirikan pusat-pusat produksi dan transmisi bentuk-bentuk kebudayaan dalam arti kedua di atas.

2. Mazhab Cynicisme, ketika beralih dari masyarakat manusia ke alam, menganggap kebudayaan manusia dalam kedua arti di atas sebagai merosot dan rusak. Kaum Stoa membatasi kodrat tanggapan mereka pada masyarakat. Tetapi dalam Stoisisme muncul suatu pengertian mengenai kebudayaan dunia. Kita adalah warga alam semesta, dan tidak melulu warga negara-kota kita.

Advertisement

3. Ideal-ideal kebudayaan Yunani dilestarikan sejak zaman Alcuin, meski Boethius dan lain-lain menempatkan kata itu ke dalam Septem Artes Liberates (Tujuh Mata Pengetahuan Umum) yang terdiri atas Trivtum dan Quadrivium. Trivium terdiri atas gramatika, dialektika, dan retorika. Sedangkan Quadrivium meliputi aritmatika, geometri, astronomi, dan musik.

4. Paham Romantik tentang kebudayaan dengan istilah-istilah yang genius, dan penghalusan kepekaan estetik, kabarnya su- dah dikemukakan oleh Immanucl Kant dalam Kritih. Atas Pu- tusan.

5. Pidato oleh Herder dilihat sebagai bagian penting dalam perkembangan kebudayaan.

6. Saint Simon membedakan antara critical epochs (jaman kritis) dan organic epochs (jaman organik) dalam hai perubahan budaya,

7. Fichte percaya bahwa tujuan manusia ialah mengembangkan suatu kebudayaan dunia yang etis.

8. Hegel, dengan mengembangkan ide Roh sebagai tema sentral filsafatnya, menjadikan ide kebudayaan suatu objek yang jauh lebih diperhatikan dibandingkan sebelumnya.

9. Schlegel memandang vitalitas kebudayaan sebagai tergantung pada campuran llmu dan kehidupan.

10. Matthew Arnold merupakan rasul kebudayaan abad ke-19 Dia mengidentikkan kebudayaan dengan kesempurnaan total dan memberinya peran untuk mengatasi kekasaran dan kebuasan masyarakat.

11. Spengler membedakan kebudayaan dari peradaban. Kebudayaan dianggap sebagai kemungkinan-kemungkinan vital dari suatu masyarakat. Peradaban dilihat sebagai melulu bentuk lahiriah pencapaian kemungkinan-kemungkinan itu.

12. Para sosiolog berbeda pandangan mengenai apakah kebudayaan dan peradaban harus dipahami sebagai identik. E. B. Tylor menganggap kedua konsep itu sebagai identik, dan meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, dan adat-istiadat. Alfred Weber membedakan istilah-istilah itu. Kebudayaan dipertalikan dengan filsafat, agama dan seni, dan peradaban dengan ilmu dan teknologi.

13. Plekhanov, dengan mengangkat konsepsi materialis tentang sejarah, berpandangan bahwa produk budaya suatu bangsa tergantung pada substruktur ekonominya.

14. Huizinga menekankan unsur bermain di dalam kebudayaan.

Advertisement