Advertisement

1. Salah satu pembedaan yang paling pokok ialah pembedaan antara kemungkinan logis (konsep, hipotesis, atau teori yang konsisten dalam dirinya) dan kemungkinan real (kemungkinan- kemungkinan yang mempunyai akar dalam alam semesta, yang mungkin sekali membuat mereka bereksistensi).

2. Suatu pembedaan yang agak mirip, yang umum pada periode Abad Pertengahan, ialah pembedaan antara kemungkinan absolut (atau intrinsik) dan kemungkinan relatif (atau ekstrinsik). Yang pertama adalah kemungkinan logis, dan yang kedua kemungkinan yang memerlukan suatu sebab supaya menjadi eksistensi.

Advertisement

3. Aristoteles mengungkapkan semua arti kemungkinan ini, paling tidak secara tersirat. Kemungkinan real berasal dari konsepsinya tentang eksistensi dalam potensi, satu dari sumbangan utamanya pada filsafat. Dan kemungkinan ekstrinsik mirip sekali dengan pandangannya tentang yang kontingen sebagai apa yang mungkin ada atau mungkin tidak ada, tergantung pada kondisi.

4. Para filsuf Megarian terkenal karena membatasi paham kemung kinan pada paham aktualitas. Diodorus Cronos mengemukakai bahwa yang mungkin dan yang aktual adalah identik. Alasan nya, suatu peristiwa yang sudah berlalu tak dapat menjadi laii dari pada yang sudah terjadi. Tetapi kalau suatu peristiwa ak tual sekarang dulunya melulu mungkin, maka dari yang mung kin tentu akan timbul sesuatu yang mustahil. Di sisi laii Philo dari Megara sepertinya terlintas dalam benaknya pahan yang lebih luas tentang kemungkinan logis, ketika ia mende finisikan kemungkinan sebagai apa yang betul atau benar ber kat kodrat batinnya.

5. Jika para filsuf Megarian, umumnya, membatasi yang mungkii pada yang aktual, Platonisme menganut pandangan bahwa ke mungkinan merentang melampaui aktualitas. Kelihatannya me mang Plato tidak membahas kemungkinan secara langsung akan tetapi paparannya mengenai ide-ide atau forma sebaga menyediakan pola-pola untuk dunia temporal menyiratkai bahwa terdapat kemungkinan-kemungkinan umum. Dan dalari arti yang sama paparan para filsuf tentang universalia (paham paham universal) dapat menyampaikan sesuatu kepada kit dari pandangan mereka tentang kemungkinan. Dan bila seoran; filsuf mengangkat pandangan Realisme berkenaan dengan uni versalia, seperti Plato, kiranya dapat ditarik kesimpulan bahw baginya kemungkinan meliputi lebih daripada aktualitas, arti nya, ada kemungkinan-kemungkinan yang tidak aktual.

6. Periode Abad Pertengahan membedakan antara eksistens eminen, virtual, dan formal dari kemungkinan. Menurut Thoma Aquinas, kemungkinan-kemungkinan berada secara eminen da lam esensi ilahi, secara virtual dalam potensi ilahi, dan secar formal dalam pengertian ilahi dan manusiawi. Dalam pengertia: ilahi eksistensinya primer dan dalam pengertian manusiav. eksistensinya sekunder.

7. Leibniz menganut paham Plato bahwa kemungkinan merentan melampui aktualitas, dalam ajarannya tentang “inkomposibilita kemungkinan-kemungkinan”. Karena tidak semua kemungkina dapat diaktualkan bersama, itu berarti bahwa alam kemungkinan lebih luas daripada dunia aktulitas.

8. Whitehead dengan doktrinnya tentang objek-objek eksternal juga memeluk pandangan bahwa yang mungkin merentang melewati yang aktual. Lebih lanjut, dalam proses waktu, paham- paham tentang yang relevan dan “kemungkinan-kemungkinan real” menjadi identik.

Dari Segi Metafisik

Yang termasuk tata metafisik bukan hanya segala sesuatu yang pernah ada melainkan juga segala sesuatu yang mutlak mampu berada, meskipun hal-hal itu sebenarnya tidak pernah ada. Inilah hal-hal mungkin murni. Hal-hal ini merupakan perbedaan antara Spinoza dan kaum panteis. “Hal-hal mungkin” itu, bagaimana pun, bukanlah tiada (nir-ada). Karena, tiada (nothing) absolut tidak dapat ada, pun pula tidak dapat didefinisikan. Tiada mutlak juga tidak dapat dibedakan dari tiada lainnya oleh karakteristik- karakteristik tertentu. Sedangkan pernyataan-pernyataan ini hanya dapat dibuat untuk hal-hal mungkin murni. Juga, hal-hal mungkin tidak hanya ada dalam pikiran. Karena, menurut esensinya hal-hal itu dapat menjadi nyata bahkan di luar wilayah pikiran. Bagaimana juga, tidak ada hal semacam “eksistensi yang berkurang” dalam hal-hal yang mungkin. Karena, antara eksistensi dan non-eksistensi tidak ada alas tengah. Akhirnya, hal-hal itu bersandar pada Allah sendiri yang tidak termasuk tata hal-hal yang mungkin belaka. Karena, di dalam Allah kemungkinan dan aktualitas identik. Luasnya hal yang mungkin tidak tergantung pada tata aktualitas yang terealisir dalam eksistensi, pun pula tidak tergantung pada intelek kita. Luasnya hal yang mungkin itu tergantung pada Allah sendiri. Karena, eksistensi Allah merupakan sumber dari semua eksistensi yang terbatas dan visinya merupakan ukuran dari segala sesuatu. Dengan demikian, kemungkinan internal tidak hanya mempunyai daya untuk dipahami secara logis (melawan Kant), melainkan juga kemungkinan untuk berada secara metafisik. Kant mempertentangkan hal yang mungkin secara nyata dan hal yang jelas secara intuitif dengan hal yang mungkin secara logis atau hal yang dapat dipikirkan. Dia tidak mengakui suatu kemungkinan yang non-intuitif namun real.

Kendati kemungkinan eksternal dari eksistensi terbatas bersandar pada kemahakuasaan Allah, namun ia tetap bukan dasai terakhir dari kemungkinan internal. Demikian juga, kemungkinar internal tidak tergantung pada kemahakuasaan Allah, pun pub tidak pada kehendakNya atau pada kesenanganNya (melawat Descartes). Sebaliknya, kemahakuasaan dan kemerdekaan Allal mengandaikan kemungkinan internal dari eksistensi terbatas. Alasar mengapa hal yang mungkin termasuk tata ontologis ialah esens Allah yang tidak berubah atau pasangan hal yang mungkin itt dengan eksistensi yang niscaya. Bagaimana juga, ungkapan dar hal yang mungkin dalam bentuknya yang beraneka bersandal pada pengetahuan Allah yang kreatif sekaligus niscaya. Dialal yang mampu menyatakan kesempurnaan-Nya dalam struktur varietas yang terbatas dengan yang tak terbatas.

Incoming search terms:

  • ada dalam kemungkinan
  • eksistensi kemungkinan
  • konsep kemungkinan
  • tuliskan definisi tentang kemungkinan
  • yang ada dalam kemungkinan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ada dalam kemungkinan
  • eksistensi kemungkinan
  • konsep kemungkinan
  • tuliskan definisi tentang kemungkinan
  • yang ada dalam kemungkinan