Advertisement

A. Pada abad ke-4 pandangan Aristippus, murid Sokrates, mendominasi aliran ini.

1. Dipengaruhi ajaran Sokrates bahwa kebahagiaan satu dar tujuan tindakan moral, Aristippus menafsirkan ini dalarr arti bahwa kesenangan satu-satunya tujuan hidup. Menurutnya, satu-satunya kriteria kesenangan adalah intensitas Kesenangan badaniah lebih disukai daripada kesenangai intelektual. Kesenangan dan rasa sakit diterima sebagai kri teria benar dan salah, kendati kearifan diterima sebagai se suatu yang disenangi dalam tingkah laku. Pengetahuan di tafsir secara positivis sebagai sesuatu yang didukung olel penginderaan.

Advertisement

2. Selain Aristippus, pemimpin aliran ini pada abad ke-4 meliputi Arete, isteri Aristippus; Aristippus Muda, cucu; Bio dan Euhemerus.

B. Pada abad ke-3 tafsiran-tafsiran awal dimodifikasi, yang me nimbulkan kelompok-kelompok yang bersaing dalam alirai ini.

3. Hegesias menekankan pencegahan rasa sakit dan bukan pengejaran kesenangan.

4. Annikeris memodifikasi pandangan ini dengan menerim kesenangan dalam hubungan-hubungan sosial sebagai sesuati yang diinginkan.

5. Theodorus sang Ateis menolak eksistensi apa pun yang ilahi dan beranggapan bahwa tujuan hidup adalah rasa kegembiraan yang bertahan lama dan bukan rasa senang sesaat.

Menghadapi filsafat Epikureanisme yang mempunyai dasar yang lebih mantap, aliran ini merosot dan akhirnya lenyap.

Advertisement