Advertisement

1. Arti-arti yang disebutkan tadi tidak sesuai dengan arti-arti yang digunakan pada Abad Pertengahan. William Ockham, misalnya, membedakan antara istilah-istilah mutlak dan istilah- istilah konotatif. Yang terdahulu dilihat sebagai univokal, sedangkan yang belakangan tidak. Istilah-istilah konotatif mempunyai modus primer dan sekunder. Istilah adil misalnya, contoh istilah konotatif, pertama-tama menunjuk suatu sifat dan kedua subjek dari sifat itu.

2. Jean Buridan melebihi penggunaan Ockham sedemikian rupa sehingga konotasi diidentikkan atau hampir diidentikkan dengan penamaan (naming), dan denotasi dengan kualitas hal-hal yang dinamakan.

Advertisement

3. James Mill melanjutkan pembedaan Ockham antara referensi pertama dan kedua dalam konotasi, dengan memandang istilah ktula putih sebagai denotasi warna putih dan konotasi kuda.

4. Analisis John S. Mill terhadap penggunaan ayahnya (Jame; Mill) memungkinkan pembedaan-pcmbedaan kontemporer yan^i didaftarkan di atas tadi. Konotasi dilihat sebagai sekumpular karakteristik dan denotasi sekumpulan hal yang ditandai oleh konotasi.

5. Terdapat istilah-istilah dengan konotasi-konotasi yang berbeda tetapi denotasi-denotasi identik. Frege memberikan contoh un tuk tipe xni: “bintang malam” dan “bintang pagi”.

6. Meskipun kebanyakan istilah mcmiliki konotasi maupun denotasi, nama-nama diri biasanya hanya memiliki denotasi; dan is¬tilah-istilah lain, seperti unicorn (binatang legenda yang berkepala, leher dan badan kuda, berkaki belakang rusa jantan, ber ekor singa, dan bertanduk spiral panjang pada dahinya) mem punyai konotasi tetapi tidak mempunyai denotasi.

Persoalan

Dan apa (dari karakteristik-karakteristik xtu) yang berkaitan dengar suatu istilah tetapi tidak hakiki baginya? Adakah karakteristikka rakteristik ini bagian dari konotasi istilah itu atau tidak? Apakal denotasi suatu istilah, misalnya, pohon’ mengacu hanya kepad; benda-benda yang ada (pohon-pohon yang ada sekarang), ataukah ia mengacu kepada semua hal dari jenis tertcntu yang pernah adi atau akan ada? C.I. Lewis merasa situasi ini memerlukan empai kata tersendiri: konotasi (konjungsi karakti ristik suatu istilah) signifikasi (konjungsi karakteristik yang msiaya dan mencukup dari suatu istilah); denotasi (klas hal-hal yang ada, pernah ada dan mungkin ada).

Advertisement