Advertisement

Logika Dialektis

Istilah umum bagi logika fiisuf-filsuf seperti Hegel, Marx, Engels.

Advertisement

Mereka berupaya membuktikan Tiga Hukum Berpikir salah dan mencoba mengembangkan suatu “logika menjadi” (logic of becoming) yang ingin menyajikan proses yang selalu berubah-ubah dari segala sesuatu. Misalnya, kontradiksi ada dalam realitas. Hal yang sama bisa saja akan ada dan bisa tidak akan ada, bisa ada dan bisa tidak ada. Diperkirakan, proses ini dapat dilihat dalam pola- ritas-polaritas pcrubahan (tesis dan antitesis) yang dapat dijumpai dalam semua kegiatan. Kontradiksi adalah tenaga pendorong dalam segala sesuatu.

Hegel melihat logika sebagai suatu proses (proses dialektis)

dan bukan sebagai suatu analisis tentang bagaimana bentuk (forma) dapat diterapkan pada isi. Bentuk dan isi bersatu secara tidak dapat dipisahkan di dalam suatu gerakan yang bukan saja menggambarkan pola-pola pikiran manusia melainkan juga melukiskan tiga keadaan yang memungkinkan peristiwa-peristiwa alam terjadi. Gerakan itu mengandung apa saja yang sudah biasa disebut tesis, antitesis dan sintesis. Kategori-kategori atau prinsip-prinsip akalbudi (gagasan-gagasan, ide-ide, konsep-konsep) ditemukan di dalam proses gerakan ini dari tesis ke antitesis dan terus ke kesatuannya dalam sintesis. Prinsip-prinsip akalbudi, atau kategori-kategori, tidak dapat disebutkan secara berurutan lengkap sebab proses dialektis itu sendiri belum secara penuh diaktualkan dalam realitas.

Logika dialektis merupakan ajaran logika dari rnaterialisme dialektis. Ia merupakan ilmu tentang hukum-hukum dan bentuk- bentuk refleksi mental terhadap perkembangan dunia objektif. la juga merupakan ilmu tentang hukum-hukum yang mengatur kognisi tentang kebenaran. Dari sudut ilmu, logika dialektis timbul sebagai bagian dari filsafat Marxis. Namun, unsur-unsur logika dialektis sudah ada dalam filsafat kuno, khususnya ajaran- ajaran dari Herakleitos, Plato, Aristoteles, dan lain-lain.

Karena alasan-alasan historis, logika formal meraja selama waktu yang panjang sebagai satu-satunya ajaran tentang hukum-hukum dan bentuk-bentuk pemikiran. Kira-kira pada abad ke-17, ilmu alam dan filsafat alam yang sudah maju menyingkapkan kelemahan hukum-hukum dan bentuk-bentuk pemikiran itu. Dan mereka meneropong perlunya suatu ajaran baru tentang prinsip-prinsip umum dan metode-metode pikiran dan pengenalan (kognisi) Ajaran Marxis tentang logika menampung semua unsur yang berharga dari perkembangan sebelumnya, dengan memoles pengalaman luas kesadaran insani menjadi suatu ilmu tersendiri tentang kognisi. Logika diaiektis tidak menolak iogika formal. Tetapi logika diaiektis memperlihatkan keterbatasan-keterbatasannya, tempat dan peranan logika formal dalam studi tentang hukum-hukum dan bentuk-bentuk pemikiran. Sementara logika formal merupakan ilmu tentang hukum-hukum dan bentuk-bentuk refleksi ketaatan terhadap pikiran dan bersandar pada dunia objektif. Logika diaiektis merupakan studi tentang refleksi terhadap hukum-hukum dan bentuk-bentuk pikiran dalam proses-proses perkembangan, kontradiksi-kontradiksi internal gejala-gejala, perubahan kualitatif gejala-gejala, perjalanan dari gejala yang satu kepada gejala lainnya, dan sebagainya.

Sebagai sebuah ilmu, logika diaiektis adalah mungkin hanya berdasarkan metode materialis-dialektis; ia seakan-akan, sekaligus merupakan kongkretisasi metode tersebut. Dan ini dicapai dengan meneliti hukum-hukum dan bentuk-bentuk refleksi dalam pikiran. Ia juga merupakan manifestasi dari gerak yang tidak terbatas kepada yang terbatas. Ia juga merupakan kesatuan dari yang tidak terbatas dengan yang terbatas dalam gerak, yang internal dan eksternal, dan sebagainya.

Tugas utama logika diaiektis ialah meneliti bagaimana cara terbaik mengungkapkan dengan konsep-konsep operasi hukum- hukum dialektika dalam benda-benda, objek-objek, dan seterusnya. Dengan ini tugas pokok dari logika diaiektis bertalian, dengan penelitian terhadap perkembangan kognisi itu sendiri. Logika dialektis mengidentifikasikan hukum-hukum dan bentuk-bentuk perkembangan pikiran dalam perkembangan kognisi dan praktik sosial historis.

Metode berangkat dari yang abstrak kepada yang kongkret digunakan logika diaiektis sebagai prinsip logis umum. Prinsip umum lain dari logika diaiektis adalah kesatuan yang historis dan yang logis. Kedua prinsip ini saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Pikiran bertolak dari permukaan objek-objek dan hal-hal menuju esensinya dan kemudian juga menangkap secara menyeiuruh manifestasi-manifestasi real dari benda-benda dan objek-objek itu. Apabila diperiksa dari sudut logika, suatu proses, suatu gejala, suatu aspek, dan sebagainya, dimengerti dalam bentuknya yang sudah maju, sudah matang. Dan ini memungkinkan pemahaman baik masa lampau yang ada pada masa kini dalam suatu bentuk yang tinggi, maupun masa depan, karena masa depan sudah berada pada masa sekarang kendati dalam bentuk yang belum maju, masih bersifat bakal (embrionik).

Maka, dengan meneliti refleksi proses-proses perkembangan dalam hukum-hukum dan bentuk-bentuk pikiran, logika diaiektis juga meneliti perkembangan pikiran. Dan sistem kategori-kategorinya berubah bersamaan dengan perkembangan historis kognisi dan praktik insani.

Dalam ilmu modern, suatu bagian penting diperankan oleh sistem-sistem logis yang diformalisasikan dan teori-teori logis formal substantif yang mempelajari berbagai aspek dan tugas pikiran. Logika diaiektis adalah landasan logis general kognisi ma- nusia. Ia merupakan teori logis general yang dapat dan harus dipakai untuk menjelaskan semua teori logis yang tertentu dan konkret, arti dan peranannya.

Incoming search terms:

  • dialektis
  • logika dialektika
  • logika dialektik
  • definisi logika dialektika
  • logika dialektif
  • apa itu logika dialektis
  • cara berfikir logika dan dialektika
  • logis dialektis
  • kata logika dialektika
  • kelemahan dalam berfikir logis dialektik

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • dialektis
  • logika dialektika
  • logika dialektik
  • definisi logika dialektika
  • logika dialektif
  • apa itu logika dialektis
  • cara berfikir logika dan dialektika
  • logis dialektis
  • kata logika dialektika
  • kelemahan dalam berfikir logis dialektik