Advertisement

 Logika Formal

Logika formal merupakan ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk pemikiran (konsep, putusan, kesimpulan, dan pembuktian) berkenaan dengan struktur logisnya, yaitu dengan abstraksi isi konkret dari pikiran-pikiran dan menonjolkan hanya cara-cara umum yang olehnya memungkinkan bagian-bagian dari isi itu berhubungan.

Advertisement

Tugas pokok logika formal ialah merumuskan hukum-hukum dan prinsip-prinsip. Ketaatan terhadap hukum-hukum dan prinsip-prinsip ini merupakan suatu syarat untuk mencapai hasil-hasil yang sahih dalam mengejar pengetahuan dengan deduksi.

Dasar logika formal disediakan oleh karya-karya Aristoteles, yang mengembangkan silogisme. Sumbangan-sumbangan terhadap perkembangannya dibuat oleh kaum Stoa awal, kaum skolastik dalam Abad Pertengahan — Duns Scotus, Ockham, dll, dan kemudian terutama oleh Leibniz. Pada peralihan abad itu logika formal mencapai suatu tahap baru karena perkembangan pesat logika matematis (simbolis). Yang terakhir ini telah memperluas teori-teori logika tentang penalaran dan bukti matematis dan memperkaya logika formal dengan metode-metode dan cara-cara baru analisis logis.

Logika formal menyusun pola-pola (bentuk-bentuk) penarikan kesimpulan yang sah sebagai lawan dari logika yang berurusan langsung dengan isi (arti). Oleh Herbert Marcuse logika formal yang tidak lagi memperha- tikan isi suatu pernyataan melainkan pada bentuknya, dianggap merusak kenyataan. Logika tersebut adalah logika establishment, logika dominasi. Logika formal membatasi setiap proses pemikiran pada hukum-hukum kelurusan berpikir tertentu. Padahal kenyataan itu kadang-kadang mengatasi hukum logika belaka. Marcuse beranggapan bahwa pada saat tertentu dalam perkembangan sejarah. pemikiran-pemikiran dikebawahkan dan diatur oleh hukum-hukum logika. Pemikiran tesebut dapat dikontraskan dengan pemikiran-pemikiran sebelumnya yang memberikan ruang pada pemikiran dialektis.

Kritik Marcuse ini tampak dicari-cari. Memang dalam masyara- kat industri modern di mana teknik memegang peranan besar kecenderungan ke arah pemikiran yang serba logis matematis itu ada. Apalagi dengan muntulnya aliran positivism logis yang mau mengembalikan filsalat inclulu pada pengaturan hal-hal empiris dan dalil-dalil logika, maka jelas di sini ada keberatsebelahan.

Akan tetapi lepas dari itu, logika formal sendiri tidaklah dengan sendirinya membawa keberatsebelahan itu. Sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari kelurusan berpikir, logika formal tetap bisa netral. Mungkin saja bahwa orang yang berpikir logis menjadi kritikus masyarakat yang ulung. Justru sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari kelurusan berpikir, logika forma, amat berguna bagi manusia. Perumusan hukum-hukumnya yang tidak lain merupakan penandasan hukum-hukum pemikiran yang sudah terkandung dalam penuturan sehari-hari, sangat membana dan mutlak perlu bila orang mau berpikir secara konsisten dar dapat dimengerti orang.

 

Incoming search terms:

  • logika formal
  • logika formal artinya
  • pengertian logika formil
  • pengertian logika formal
  • logika formal adalah
  • contoh logika formal
  • apa itu logika formil
  • logika formil
  • definisi logika formal
  • logika formil adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • logika formal
  • logika formal artinya
  • pengertian logika formil
  • pengertian logika formal
  • logika formal adalah
  • contoh logika formal
  • apa itu logika formil
  • logika formil
  • definisi logika formal
  • logika formil adalah