Advertisement

1. Plato kelihatannya tidak membedakan antara negara dan masyarakat. Negara tersusun dari individu-individu dan tidak disebutkan suatu kesatuan yang lebih besar. Dalam pada itu, negara, sebagai jiwa dalam ukuran besar, lebih dari sekadar gerombolan individu-individu.

2. Aristoteles membuat pembedaan antara negara dan masyarakat karena negara Aristoteles terdiri atas unit-unit kemasyarakatan, yaitu keluarga-keluarga.

Advertisement

3. Pembedaan lebih jelas lagi di kalangan kaum Stoa akhir. Menurut mereka, manusia tidak saja warga negara-kotanya tetapi warga negara alam raya. Kewargaan yang disebut belakangan ini kelihatannya berfungsi sebagai suatu masyarakat di balik negara, dengan menyediakan prinsip-prinsip bagi organisasinya.

4. St. Agustinus menempatkan kota Allah di atas negara dan sebagai tujuan yang layak dari kesetiaan manusia. Kota Allah ini, bagaimanapun juga, bertolak belakang dengan kota manusia.

5. Pada Abad Pertengahan yang diterima umum adalah ajaran tentang dua bilah pedang, suatu rekonsiliasi dua masyarakat yang berada bersama, yang satu sementara dan yang lain kekal.

6. Dalam teori kontrak sosial terkadang ditarik pembedaan antara kontrak pembangunan masyarakat dan kontrak pembangunan negara.

7. Hobbes menganut kontrak pembangunan negara. Lebih jauh, negara tidak lain merupakan agregat bagian-bagiannya dalam arti mekanis.

8. Montesquieu membentangkan analisisnya dalam kerangka masyarakat-masyarakat dengan memandang tiap masyarakat sebagai individu dan berhubungan dengan kondisi-kondisi yang telah membentuknya.

9. Rousseau mengakui eksistensi masyarakat sebelum negara. Dia menekankan kodrat organik negara. Di dalam kehendak umum terdapat suatu kebijaksanaan yang tidak ada dalam warga perseorangan.

10. Comte memperluas analisis-analisis masyarakat, dengan menganut suatu pandangan organis tentang masyarakat sebagai lebih daripada suatu agregat (gerombolan) individu-individu.

11. Bosanquet meneruskan pandangan organismik Hegel. Dia mengarahkan analisisnya kepada negara, kendati terkadang ia memakai istilah-istilah “masyarakat” dan “komunitas” yang nyata-nyata sebagai sinonim “negara”.

12. Royce menerapkan analisis organik bukan pada negara, tetapi pada komunitas interpretasi, kelompok individu-individu dengan kenangan dan harapan yang sama.

13. Sebagai seorang sosiolog, Durkheim mengindentifikasikan sumber kohesi sosial (ikatan kemasyarakatan) di dalam “representasi kolektif” yang dengannya semua anggota kelompok tertentu mengadakan identifikasi, yang memungkinkan mereka meng-indentifikasikan dirinya sendiri dan satu sama lain.

14. Santayana menemukan suatu hierarki masyarakat-masyarakat yang mulai dari tipe “natural” melaului tipe “bebas” dan kemudian tipe “ideal”.

15. Spengler menerapkan analisis organik pada kebudayaan-kebudayaan manusia, suatu pcngelompokan kemasyarakatan yang lebih daripada negara dengan pola hidup yang khas.

16. Maritain membedakan antara negara dan masyarakat. Menurutnya, baik negara maupun masyarakat mempunyai kewajiban-kewajiban tertentu untuk menghargai alam.

17. Toynbee membuat analisis organik tentang “sebuah masyarakat”, dengan membandingkan persamaan strukturalnya.

18. Ortega y Gasset membedakan antara masyarakat sebagai bentuk yang tidak otentik (inautentisitas) dan masyarakat sebagai pendukung pencapaian kemerdekaan pribadi.

19. Popper menyerang pandangan organik tentang masyarakat. Katanya, masyarakat-masyarakat adalah bangun teoritis, dara hanya individu-individu dan hubungan-hubungannya saja yang dapat dianalisis.

20. Parsons, seraya membedakan secara teoritis antara masyarakat dan negara, melihat “pemeliharaan terbatas” sebagai prasyarat penting bagi keduanya sedemikian sehingga kedua jenis kolektivitas ltu berkoinsidensi.

Advertisement