Advertisement

1. Descartes memandang pikiran dan tubuh sebagai dua substansi pokok yang diciptakan. Tiap substansi mempunyai esensi atau atribut: pikiran adalah pemikiran dan tubuh adalah keluasan. Modus-modus eksistensi pikiran dan tubuh (raga) berlaku bagi sifat-sifat aksidental yang dapat mencirikan pikiran dan tubuh lebih jauh. Bagi Descartes, Allah, sudah tentu, adalah substansi pertama tetapi Descartes tidak menerangkan bagaimana modus-modus dan atribut-atribut dapat berhubungan dengan Allah.

2. Spinoza memperketat kerangka yang dibuat Descartes sedemikian sehingga pemikiran dan keluasan merupakan atribut-atribut dari apa yang adalah substansi, yang sebenarnya ialah Allah. Pikiran dan tubuh lalu tidak lagi dianggap sebagai substansi, tetapi sebagai modus dari atribut-atribut ilahi.

Advertisement

3. Locke memahami modus-modus sebagai ide-ide yang objeknya tidak dapat berada oleh dirinya sendiri. Dia membagi modus- modus ke dalam kategori “modus simpel” dan “modus campuran”, tergantung pada kompleksitasnya.

 

 

Advertisement