Advertisement

MONADOLOGI

Monadologi merupakan suatu analisis spekulatif tentang sejumlah tak terbatas monade-monade yang menentukan diri sendiri pada tingkat aktualisasi yang berbeda, yang bekerja dalam suatu harmoni yang ditetapkan sebelumnya, yang bersifat rasional dalam kaitan dengan Monade Pertama (Allah).

Advertisement

Istilah itu digunakan pertama kali oleh Leibniz untuk menun¬jukkan sistem metafisiknya. Paham monade Leibniz dapat diurutkan sebagai berikut.

1. Monade-monade merupakan satuan-satuan yang tunggal, yang mempunyai ciri-ciri tersendiri, yang tak dapat diredusir, yang tak dapat dihancurkan. Satuan-satuan ini dianggap sebagai substansi-substansi fundamental dari alam semesta yang tersusun dari kekuatan-kekuatan dan hubungan-hubungan yang aktif yang mencerminkan alam semesta sebagai suatu keseluruhan tetapi tidak berinteraksi dengan satuan-satuan lain.

Pada hakikatnya, monade itu tunggal, memuat-dirinya sendiri secara penuh, penopang pertama eksistensi substansial. Ia dipikirkan sebagai sesuatu yang mirip-jiwa (lirjiwa) yang juga merupakan sumber segala sesuatu yang ragawi. Monade-monade yang terbatas diciptakan oleh Allah — Monade Yang Tidak Terbatas. Allah tidak terbatas berkenaan dengan kepenuhan eksistensi dan penglihatan-Nya yang merangkum alam semesta. Monade-monade yang diciptakan juga mengandung kepenuhan eksistensi dan mencerminkan alam semesta, tetapi hanya menurut ukuran mereka sendiri. Dan ini menjelaskan keterbatasan dan keanekaan monade yang diciptakan tersebut.

2. Beberapa ciri lain monade: tidak dapat dibagi, tak dapat di tembus, berorientasi secara teleologis, terkandung di dalar. diri sendiri, cukup-diri, beraktivitas sendiri, mengarah padi diri sendiri, memiliki sumber energi sendiri, menjadi pusa gaya (daya, energi, proses) individual, nonmaterial, tidak bet keluasan, substansi tunggal tanpa bagian-bagian, abadi (tetap oleh Allah dapat disebabkan untuk mulai dan berhenti bertindak — Allah = Monade Pertama), “tak berjendela” (tidai berinteraksi dengan monade-monade lain tetapi mengandung dalam dirinya sendiri semua sebab dari aktivitas-aktivitasnyi sendiri, dalam suatu Harmoni Yang Ditetapkan Sebelumnya dengai kegiatan penentuan diri sendiri dari semua monade lainnya).

3. Semua yang terjadi pada monade terjadi padanya disebabka) hakikatnya (rencana). Tiada yang di luar monade, tiada yang tidak merupakan bagian dari proses internal yang beraktivitas sendiri, mempengaruhinya.

Berkenaan dengan kegiatan monade-monade, patut dipei- hatikan bahwa monade-monade tertutup di dalam dirinya ser diri tanpa sebuah jendela. Hanya monade yang tidak diciptakan dapat memberikan pengaruh kepada monade-monade yang diciptakan. Tidak terdapat persebaban timbal balik antara monade-monade tercipta itu sendiri. Namun masih ada kegiatan imanen yang berkembang di dalam masing-masing satu da.i monade-monade itu yang memenuhi kemungkinan-kemungkinan yang melekat dalam setiap monade. Maka, monade-monade merupakan pusat-pusat kekuatan dinamis-teleologis Tahap-tahap perkembangannya berkaitan satu dengan yang lain (misalnya, kematian seorang manusia dan letusan senjata) karena Allah telah menentukan monade-monade dalam suatu harmoni yang sudah ditentukan sebelumnya (harmonia pra- estabilita), sesuatu yang serupa dengan sinkronisasi banyak jam.

4. Menurut teori ini, terdapat pelbagai tingkat monade-monade. Bahwa semua monade adalah sesuatu yang serupa dengan jiwa, ditunjukkan oleh jenis kegiatan mereka yang imanen Alasannya, ini membuka persepsi-persepsi (imajinasi-imajinasi dan kecenderungan-kecenderungan. Dalam hal monade-monadi ragawi, kegiatan-kegiatan imanen ini tetap tidak sadar karena monade-monade ini tenggelam di dalam momen individual. Monade-monade pada tingkat yang kelihatan menaikkan dirinya sendiri dengan kekuatan ingatan (memory) di atas momen partikular dan menyatukan momen partikular itu ke dalam suatu keseluruhan yang lebih besar. Dengan cara ini monade-monade itu mencapai suatu tingkat kesadaran yang tumpul. Keadaan penuh hanya menjadi milik monade- monade rohani sejauh monade-monade ini naik kepada Yang Kekal dengan menggenggam prinsip-prinsip pertama eksistensi dan mengukur momen dengan terang itu. Benda-benda hidup diatur oleh hanya satu monade-jiwa atau monade-roh, sementara badan-badannya tersusun dari monade-monade telanjang yang tak terbilang banyaknya.

Keunggulan roh yang tampak di sini sedikit banyak muncul dalam setiap filsafat sejati. Namun demikian, Leibniz memberi¬kan perhatian yang terlalu sedikit kepada kegiatan monade yang transient (sementara) dan kepada kenyataan benda-benda.

5. Hakikat dari semua monade direncanakan oleh Allah (Monade Yang Dominan atau Pertama atau Tertinggi) sedemikian rupa, sehingga mereka semuanya menyatakan dirinya dalam suatu harmoni yang dimantapkan atau ditentukan sebelumnya dengan kegiatan-kegiatan semua monade lain. Karena semua hal merupakan bagian dari suatu harmoni yang dimantapkan sebelumnya, maka segala sesuatu yang terjadi di mana-mana di alam semesta, harus mempunyai hubungan dengan segala sesuatu lainnya dalam alam semesta, tetapi bukan suatu hubungan kausal. Hubungan itu dinyatakan dalam istilah-istilah metafora seperti monade-monade yang “mencerminkan”, “menggemakan”, “memantulkan” Monade Murni Tunggal (Allah). Karena tiap monade mengandung semua sifat alam semesta, maka mungkinlah untuk menyimpulkan dari suatu monade semua sebutan (semua yang pernah dapat dikatakan tentangnya), semua yang pernah akan terwujud.

Incoming search terms:

  • monadologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • monadologi