Advertisement

1. Takdir: keniscayaan di dalam benda-benda yang mendorongnya terjadi sebagaimana terjadi.

2. Peruntungan: sesuatu yang ditentukan bagi seseorang.

Advertisement

3. Penyelenggaran Ilahi: dalam hal ini nasib dianggap sebagai hasil inteligensi yang rasional, baik, direncanakan, niscaya.

4. Peruntungan seseorang yang dibentuk oleh daya-daya yang tidak dapat dikendalikan.

5. Dalam konsep religius, nasib mengacu pada suatu kekuatan adikodrati yang menentukan sebelumnya semua peristiwa dalam kehidupan manusia.

6. Kadang kala nasib dianggap sebagai kekuatan, kehendak, atau pelaku yang sewenang-wenang, tak terduga-duga, impersonal dan mengancam.

7. Acapkali nasib dipersonifikasikan dan digambarkan sebagai pelaku di luar alam semesta, yang menentukan (mengharuskan) prosesnya dengan tindakan inteligensi dan/atau kehendak.

Dalam Mitologi Yunani dan Beberapa Agama Dalam mitologi Yunani kuno, nasib manusia dan bahkan naib dewa-dewi tergantung pada Moerae (Parcae di antara oraig Roma). Saat waktu berjalan terus, nasib mulai dipandang sebagi suatu keadilan tertinggi yang menguasai dunia. Dalam agana Kristen, nasib merupakan Penyelenggaraan Ilahi, sebagai su.tu daya tertinggi. Semua agama modern memandang nasib sebagai takdir ilahi. Beberapa agama berusaha mengurangi fatalisme y.ng terkandung dalam ide nasib dengan memadukan takdir ilahi dan kehendak bebas. Nasib terkadang digunakan oleh orang avam untuk menunjukkan persesuaian situasi-situasi dalam kehidupan individu-individu atau bangsa-bangsa.

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar,