Advertisement

1. Plato membedakan antara nilai-nilai instrumental, perantari dan intrinsik. Jika nilai instrumental sebagai nilai-alat dan nilai intrinsik sebagai nilai-tujuan, nilai-perantara dianggap memi liki kedua karakteristik itu. Kontras instrumental-instrinsi adakalanya diistilahkan sebagai kontras ekstrinsik-instrinsik.

2. Sorley adalah seorang yang menganut Plato dalam membedaka nilai-nilai instrumental dan instrinsik. Menurutnya, yang pei tama bertalian dengan hal-hal dan yang terakhir dengan orang

Advertisement

3. Dewey, dengan konsepnya mengenai kontinuum alat-tujuan menganggap semua nilai bertipe antara, ekstrinsik-intrinsik.

4. R.B. Perry mengklasifikasikan nilai ke dalam delapan tipe yang terkadang dinamakan dunia nilai. Nilai-nilai itu sebagi berikut: moral, estetik, ilmiah, religius, ekonomi, politis, lega dan adat-istiadat.

5. Alejandro Korn membedakan sembilan tipe nilai: ekonomik naluriah, erotik, vital, sosial, religius, etis, logis, dan estetik Tiap tipe memiliki kutub nilainya sendiri. Kutub dua yaa, pertama, misalnya, ialah “berguna-sia-sia” dan “disetujui-dicela’ Tiap tipe juga mempunyai sistemnya sendiri. Sistem-sister untuk dua tipe yang pertama adalah utilitarianisme dan hedonisme.

6. Scheler menemukan suatu hierarki tipe-tipe nilai, yang terdiri atas nilai inderawi, kehidupan, rohani, dan religius dalam urutan naik.

7. C.I. Lewis membedakan lima tipe nilai: utilitas (kegunaan), instrumental, inheren (melekat), instrinsik, dan kontributer.

8. G.H. Von Wright, dengan menganggap nilai-nilai sebagai bentuk kebaikan, membedakan tipe-tipe berikut: instrumental, teknis, utilitarian, hedonik, dan kesejahteraan.

Incoming search terms:

  • definisi nilai

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi nilai