Determinan migrasi

Kerangka suatu sistem preferensi; sistem narga dan jumlah total sumber daya yang tersedia untuk semua tujuan (Heer 1975).

Pertama, sistem preferensi menggambarkan Ketertarikan relatif pada berbagai tempat sebagai tujuan dari para pelaku migrasi potensial, dibandingKan dengan tujuan-tujuan lain yang sama-sama masih dalam batas kemampuan sumber daya mereka. Suatu daya tarik wilayah merupakan perimbangan antara nilai-nilai positif dan negative yang ditawarkan wilayah tersebut. Di antara nilai- nilai positif yang paling penting adalah prospek pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Keuntungan lain yang dicapai melalui migrasi termasuk kesempatan hidup dalam suatu cuaca yang lebih menguntungkan, terbebas dari penganiayaan, perkawinan dan keberlangsungan ikatan perkawinan, dan keinginan untuk mendapatkan rumah yang lebih memadai (ini merupakan faktor penting yang menyebabkan perpindahan dari kota pusat menuju daerah pinggiran kota).

Namun, migrasi juga menimbulkan nilai-nilai negatif. Penghalang yang paling utama terhadap migrasi adalah bahwa migrasi melibatkan suatu gangguan terhadap hubungan interpersonal dengan kerabat dan teman-teman lama. Mata rantai migrasi mempunyai daya tarik yang sangat kuat karena migrasi itu mengurangi gangguan hubungan ini. Aspek-aspek negatif lainnya dari migrasi adalah kebutuhan untuk mempelajari adat-kebiasaan baru dan kadang-kadang bahasa baru. Penghambat yang tak kalah pentingnya terhadap migrasi adalah hukum yang mencegah arus masuk atau keluar secara legal.

Kedua, sistem harga menjelaskan biaya-biaya berupa uang, energi dan waktu (yang tidak bisa digunakan untuk mengejar tujuan-tujuan lain) dipaksakan untuk keputusan migrasi. Sebagaimana biaya migrasi bervariasi dalam perbandingannya secara langsung dengan jarak perjalanan, jumlah pelaku migrasi menuju suatu tempat tertentu cenderung berbanding terbalik dengan jarak.

Ketiga, total sumber daya yang tersedia untuk semua tujuan juga mempengaruhi keputusan untuk bermigrasi. Jika satu-satunya kekurangan pada migrasi adalah biaya perpindahan, maka peningkatan dalam pendapatan moneter seharusnya meningkatkan kemungkinan migrasi. Peningkatan materi dalam pendapatan moneter negara-negara maju sejak akhir abad ke-19 seharusnya meningkatkan tingkat migrasi, dengan asumsi nilai dan harga migrasi tetap konstan. Namun, pada tingkat tertentu di mana perbedaan regional dalam kesempatan kerja mungkin juga menurun, faktor sumber daya yang sedang meningkat mungkin bisa mengimbangi.