Advertisement

1. Meskipun dialektika digunakan sebelum Sokrates, namun dialah yang memberikan bentuk klasik dialektika. Dengan dialektika Sokrates ingin membawa manusia kepada hakikat hal-hal dengan menjelaskan konsep-konsep secara bertahap. Dialog-Dialog Plato meneruskan usaha ini. Karena, Dialog- Dialog itu berupaya menggali hakikat hal-hal melalui proses pernyataan dan kontradiksi Dan dengan demikian Dialog-Dialog itu menyiapkan jalan naik kepada realitas asali, yakni Ide-Ide. Karena itu, bagi Plato dialektika adalah metode metalisika dan mendatangkan atau menghasilkan pengetahuan tertinggi.

2. Menurut Aristoteles, dialektika kurang kuat dibandingkan dengan demonstrasi. Alasannya, yang terdahulu berangkat dari opini (keyakinan) orang, sedangkan yang belakangan dari prinsip-prinsip pertama. Dialektika di sini dicap sama dengan sofistri. Tetapi ia juga menganggap dialektika mampu menjadi sebuah metode kritik. Dalam metode ini prinsip- prinsip pertama dapat atau mungkin dideduksikan.

Advertisement

3. Dalam Neoplatoisme, dialektika merupakan bagian dari jalan naik menuju yang satu.

4. Kaum Stoa membagi logika ke dalam retorika dan dialektika. Dengan demikian dari zaman kejayaan Stoisisme sampai akhir Abad Pertengahan, dialektika diasimilasikan dengan logika, dan merupakan bagian dari trivium Artes Liberties.

5. Di tangan Abelardus dan lain-lain, metode dialektika menjadi metode Skolastisisme.

6. Tapi ini bukan tanpa perlawanan. Peter Damian merupakan salah satu tokoh Abad Pertengahan yang melawan dialektika. Alasannya, dialektika memamerkan dosa kesombongan ma¬nusia. Metode Skolastik yang digunakan dalam metafisika dalam Abad Pertengahan kurang lebih sama. Debat dijalankan sebagai percakapan atau dialog. Ciri yang sama menentukan struktur “Quaestio” (Pertanyaan) Skolastik. Dalam setiap kasus, dinamisme Sic et Non (Ya dan Tidak) menampilkan pikiran ke depan.

7. Bagi Kant, dialektika menjadi nama bagi upaya keliru manusia untuk menerapkan prinsip-prinsip pengatur fenomen-fenomen pada “benda-dalam dirinya-sendiri

8. Fichte orang pertama yang memaparkan proses dialektika yang mencakup tiga-serangkai Tesis, Antitesis, Sintesis.

9. Hegel menerima tiga serangkai Fichte. Baginya, kenyataan pada semua tingkat memperlihatkan suatu proses dialektis yang tak ada hentinya.

10. Dalam Marxisme, Engels secara khusus memakai ungkapan materialisme dialektis. Ungkapan ltu memuat ide-ide pokok sebagai berikut: a) Proses dialektis terjadi dalam matra material. b) Perubahan-perubahan kuantitatif, karenanya, mengarah kepada perubahan kualitatif. c) Karena segala sesuatu menjadi (berubah terus menerus), pengertian historis merupakan kunci pemahaman kenyataan. d) Proses tesis-antitesis- sintesis terjadi dalam masyarakat manusia lewat pertentangan kelas.

11. Lenin mendukung dialektika yang lebih keras yang dimaksudkan untuk menghancurkan tesis dengan cara apapun juga.

12. Sartre mengembangkan oposisi dialektis lewat konsep-konsep kelangkaan dan antagonisme.

Incoming search terms:

  • dialektika plato
  • metode dialektika plato
  • apa itu metode dialektika
  • pengertian dialektika pemikiran
  • konsep dialektika plato
  • dialektika pemikiran historis
  • dialektika pemikiran
  • dialektika aristoteles
  • pengertian sejarah pemikiran
  • retorika dan dialektika

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • dialektika plato
  • metode dialektika plato
  • apa itu metode dialektika
  • pengertian dialektika pemikiran
  • konsep dialektika plato
  • dialektika pemikiran historis
  • dialektika pemikiran
  • dialektika aristoteles
  • pengertian sejarah pemikiran
  • retorika dan dialektika