Advertisement

Aliansi strategis yang efektif dapat berlangsung apabila perusahaan-perusahaan yang terlibat di dalamnya mengembangkan mekanisme struktur, proses, dan ketrampilan yang dimiliki yang menjembatani perbedaan dan mengatasi kendala organisasional dan memperoleh vaJue creation (membuahkan hasil bersama) yang sama-sama mereka butuhkan. Selain dapat menghemat biaya, aliansi strategis juga dapat menurunkan tingkat resiko usaha. Aliansi strategis adalah wahana manajemen yang dapat pula digunakan untuk mengelola competi-tive interdependency (kesalingtergantungan kompetitif) antara perusahaan-perusahaan yang beraliansi.
Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap 37 perusahaan besar dan kecil dengan mitranya dari 11 negara, Rosabeth Kanter (1994), profesor administrasi bisnis dari Harvard Business School, berpendapat bahwa hubungan yang produktif dalam rangka learning process (proses pembelajaran) dari suatu aliansi strategis dapat difihat berdasarkan 5 tingkatan integrasi.yaitu :

1. Integrasi Strategis.
Integrasi di tingkat ini melibatkan kontak atau hubungan yang kontinu di antara petinggi perusahaan yang membahas sasaran umum dan perubahan di masingmasing perusahaan. Makin sering kontak yang dilakukan oleh kalangan eksekutif puncak dampaknya adalah makin banyak pe-rubahan yaftg dapat dilakukan, makin banyafc peluang yang dapat digarap bersama, makin banyak informasi yang dapat dibagi, dan yang terpenting adalah akan terjaminnya arah bisnis seperti yang diharapkan.
Sebagai contoh, European Retail Alliance, Aliansi Pedagang Eceran Eropa, mengadakan pertemuan antar pimpinan sehari dalam sebulan secara bergilir di negara-negara anggotanya. Wertheim, investment bank dari Amerika Serikat dan Schroders, investment bank dari Inggris memulai aliansi mereka guna perluasan usaha pada tahun 1986 dan hingga kini secara berkala mengadakan kontak satu sama lain.

Advertisement

2. Integrasi Taktis.
Berbeda dengan integrasi strategis yang melibatkan para pimpinan puncak dan kalangan eksekutif, integrasi taktis melibatkan peran para manajer menengah dan profesional dalam membuat rencana untuk proyek dan aktivitas bersama. Tujuannya adalah untuk mengambil tindakan terhadap perubahan organisasi dan sistem kerja, atau saling bertukar informasi dan pengetahuan. Pimpinan dari proyek bersama itu lazimnya dipegang oleh perusahaan yang lebih berpengalaman.
Aliansi antara Northern Telecom dengan Matra Communication, keduanya perusahaan telekomunikasi Kanada dan Amerika, mengidentifikasikan empat layanan potensial untuk dikembangkan bersama. Kemudian, kedua perusahaan itu membentuk empat kelompok kerja yang terdiri dari 8-10 orang yang bertemu setiap bulan mematangkan proyek pengembangan layanan itu. Setiap 3 bulan, masing-masing kelompok kerja membuat laporan kemajuan proyek kepada manajemen perusahaan induknya.

3. Integrasi operasional. Integrasi operasional memungkinkan setiap karyawan di masing-masing perusahaan yang beraliansi saling bertukar informasi, tenaga ahli, dan sumber daya lainnya di bidang operasional sehari-hari untuk menyelesaikan tugas tertentu. Partisipasi karyawan dari masing-masing perusahaan ini dalam program pelatihan akan sangat membantu menyamakan perbedaan persepsi, istilah, dan standar teknis yang berlaku di masing-masing per-usahaan.
Perusahaan pemasok peralatan rumah tangga dari Inggris, Cohen & Wilk yang mengadakan aliansi dengan pedagang eceran besar, Bhs, memiliki sistem pertukaran data secara langsung, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan penyampaian produk yang tepat waktu kepada pelanggan. Contoh lain misalnya, para teknisi Inmarsat-konsorsium yang mengoperasikan satelit telekomunikasi internasional yang berkantor pusat di London, setiap saat memberikan penjelasan tentang sistem dan istilah teknis dengan mitra kerjanya yang berada di stasiun-stasiun bumi di seluruh dunia yang menerima sinyal-sinyal dari satelit vang digunakannya.

4. Integrasi Antar Personal
Integrasi antar personal akan membangun landasan yang kokoh guna menciptakan nilai tambah di kemudian hari. Integrasi ini dilakukan melalui pengerahan sebanyak mungkin karyawan guna melibatkan diri dalam suatu proyek kerjasama.
Sebagai contoh dapat dilihat kegiatan yang dilakukan oleh kelompok perusahaan Lippo yang melibatkan banyak mitra dalam jaringan bisnisnya, antara lain bank dan perusahaan properti melakukan integrasi antar personal. Setiap tahun dengan mengundang para manajer yang mewakili perusahaan mitranya masing-masing, mereka mengadakan konferensi yang membahas konsep sinergi, peluang bisnis antar unit usaha dan yang paling penting adalah menggalang persatuan di antara para manajer kelompok perusahaan itu.

5. Integrasi Kultural.
Integrasi kultural menuntut para karyawan agar memiliki kemampuan komunikasi dan memiliki pemahaman mengenai latar belakang budaya dari mana perusahaan yang beraliansi berasal. Manajer dari perusahaan seperti ini harus berperan ganda sebagai instruktur (memberi pelajaran) dan sekaligus sebagai siswa (menimba pelajaran).
Praktek integrasi kultural ini misalnya, dilakukan oleh Tong Guang Nortel (TGNT), perusahaan aliansi antara Northern Telecom dengan Tong Guang Electronics di Cina. Direktur Pengelola TGNT mengatur program pelatihan selama 3 bulan di Kanada untuk Wakil Direktur Pengelola perusahaan aliansi ini yang berasal dari Cina. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan wakil direktur ini dapat memahami praktek-praktek bisnis Barat. Sebaliknya, wakil direktur ini mengatur pula pelatihan untuk pimpinan dari perusahaan yang menjadi mitranya guna mengetahui sejarah dan kebudayaan Cina.

Incoming search terms:

  • contoh aliansi sinyal

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • contoh aliansi sinyal