Advertisement

transport economics and planning (ekonomi dan perencanaan transportasi)

Transportasi merupakan bagian utama dari sebuah sistem ekonomi. Pada mulanya para ekonom mempertimbangkan cara-cara menyempurnakan pasar dari industri transportasi (kereta api, perkapalan, maskapai penerbangan, dan lain-lain) dapat disempurnakan untuk memaksimalkan keuntungan-keuntungan yang didapat dari operasi-operasi transportasi publik maupun swasta. Mereka berusaha mengembangkan teknik untuk menyempurnakan keputusan-keputusan investasi dan pembentukan harga. Para perencana transportasi telah mencurahkan perhatian pada ketentuan infrastruktur publik (seperti jalan raya) dan pada koordinasi dalam pasokan dan penggunaannya. Telah terjadi perubahan penekanan dalam kedua bidang tersebut karena pertimbangan-pertimbangan lingkungan, termasuk isu-isu emisi gas greenhouse, telah berperan semakin penting dalam proses pembuatan keputusan.

Advertisement

Permintaan akan transportasitasi berasal dari permintaan akan aktivitas final dan, dengan demikian, kualitas dan bentuk penawaran transportasi akan mempengaruhi orang dalam mengambil keputusan untuk tinggal dan mendirikan perusahaan. Sebagai konsekuensinya transportasi dipandang sebagai faktor kunci dalam strategi pembangunan meskipun hubungannya dengan keputusan lokasi secara relatif masih belum dipahami sepenuhnya. Perencanaan dan ekonomi transportasi, dengan demikian, berusaha memperlakukan transportasi dalam konteks aktivitas industri dan sosial yang lebih luas. Sebagai konsekuensinya, terdapat ikatan yang kuat antara subyek-subyek ini dengan kajian-kajian di bidang ilmu-ilmu regional, perencanaan tata-ruang (land-use planning), dan ekonomi spasial.

Derasnya arus urbanisasi, terutama di negara- negara dunia ketiga, menimbulkan permasalahan dalam sistem transportasi. Lokasi employment, sifat kaku infrastruktur transportasi yang ada, dan polusi serta kebisingan yang ditimbulkan arus lalu lintas yang terkonsentrasi membangkitkan permasalahan efisiensi ekonomi murni dan biaya- biaya eksternal yang sangat besar. Kebijakan seperti pollution pricing untuk membatasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh jalan-jalan perkotaan telah dikembangkan oleh para ekonom, sementara pertimbangan cost-benefit dan prosedur-prosedur lain yang serupa saat ini telah banyak digunakan untuk mengkaji investasi-investasi dalam infrastruktur transportasi perkotaan baru. Pada saat yang sama, perencanaan transportasi telah dikembangkan seiring dengan perencanaan lingkungan dan tata-ruang (land-use) dalam usaha mengambil pendekatan yang lebih terintegrasi, agar dapat memenuhi tujuan-tujuan sosial yang lebih luas sebagai akibat peraturan transportasi perkotaan tanpa menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap efisiensi ekonomi. Proses perencanaan transportasi telah mengalami evolusi sejak pertengahan tahun 1940-an dari sistem transportasi utopia sampai perencanaan struktur modern, di mana penekanan diletakkan pada interaksi transportasi dengan ekonomi perkotaan secara keseluruhan dan dengan kegiatan seluruh mode transportasi.

Ilmu ekonomi memberi sumbangan kepada proses perencanaan transportasi modern dalam beberapa hal. Yang pertama, ilmu ekonomi menyediakan alat untuk menempatkan nilai-nilai moneter pada hal-hal nontraded seperti kebisingan, polusi, dan keamanan. Yang perlu dicatat, perkembangan dari pendekatan-pendekatan yang dimasuki negara (state-preference) terhadap penilaian (yang melibatkan penghadapan individu pada imbalan hipotetis/hypothetical trade-offs untuk mengungkapkan nilai-nilai yang ditetapkan pada efek-efek eksternal), untuk melengkapi teknik-teknik preferensi yang lebih baku (yang melibatkan pengamatan trade-offs yang aktual), telah memungkinkan jangkauan yang lebih luas dari pertimbangan costs-and-benefits untuk di evaluasi. Yang kedua, model-model ekonomi me¬nyediakan landasan bagi model-model peramalan lalu lintas yang dipakai dalam perencanaan perkotaan. Terutama sekali, model-model yang dipilih satu-demi-satu (discrete), yang didasarkan pada perilaku individual dan asumsi bahwa bentuk transportasi yang diinginkan bukanlah pada bentuknya sendiri tetapi karena atribut-atributnya (seperti kecepatan, keandalan, ekonomi, dan keamanannya), saat ini dipakai secara meluas. Yang ketiga, instrumen-instrumen pricing sekarang ini dipandang sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa sistem transportasi perkotaan digunakan dengan optimal, dan hal-hal ini saat ini telah ditambahkan, terhadap portofolio dari kontrol manajemen lalu lintas fisik. Contohnya di sini mencakup pricing jalan raya dan kebijakan subsidi yang optimal.

Tugas utama yang dihadapi ahli-ahli ekonomi transportasi adalah pertanyaan tentang deregulasi (pencabutan pengawasan harga dan pasar) dan privatisasi. Dukungan terhadap reformasi tersebut di AS, dan lolosnya Airline Deregulation Act tahun 1978, kebijakan-kebijakan yang meliberalisasi pasar telah tersebar dalam bidang transportasi. The Single European Act tahun 1986. sebagai contoh, menghasilkan tindakan-tindakan liberalisasi yang luas bagi pasar transportasi Eropa. Motivasi perubahan itu sebagian ditimbulkan oleh apresiasi oleh para ahli ekonomi politik bahwa sistem regulatoris dapat ditangkap oleh mereka yang ingin dituju oleh regulasi tersebut dan bahwa para pengatur sendiri mungkin tidak digerakkan untuk melayani kepentingan umum. Sementara teori-teori ekonomi konvensional tentang pasar kompetitif telah memainkan peran dalam gerakan ke arah liberalisasi yang lebih besar dalam situasi seperti ini, perkembangan teori contestability (Baumol etal. 1982), dan apresiasi dari kompetisi, baik aktual maupun potensinya, telah menyediakan sebuah penalaran bagi beberapa inisiatif kebijakan dewasa ini.

Pembenaran kepemilikan publik atas bagian-bagian dari sistem transportasi telah lama diperdebatkan. Hal ini memudahkan perencanaan dan koordinasi, tetapi juga dapat menimbulkan celah manajemen/a slack management (yang disebut X-inefisiensi) serta intrusi yang berlebihan dari pertimbangan-pertimbangan politik dalam pembuatan kebijakan. Privatisasi infrastruktur transportasi secara bertahap telah terjadi di banyak negara di mana keprihatinan atas efisiensi telah melebihi faktor-faktor lain. Ahli-ahli ekonomi transportasi memiliki pandangan yang bercampur atas efektivitasnya, karena gerakan privatisasi telah terjadi berbarengan dengan perubahan peraturan yang signifikan, dan menelusur sedikit bukti analitis yang ada yang memisahkan dampak-dampaknya dalam dua trend yang sejajar.

Incoming search terms:

  • definisi perencanaan transportasi
  • arti transportasi land
  • defenisi perencanaan transportasi
  • defenisi perencanaan yransportasi
  • definisi penataan transportasi menurut para ahli
  • pengertian perencanaan transportasi
  • pengertian perencanaan transportasi menurut para ahli

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi perencanaan transportasi
  • arti transportasi land
  • defenisi perencanaan transportasi
  • defenisi perencanaan yransportasi
  • definisi penataan transportasi menurut para ahli
  • pengertian perencanaan transportasi
  • pengertian perencanaan transportasi menurut para ahli