Advertisement

supply-side economic (ekonomi sisi- penawaran)

Istilah ekonomi sisi-penawaran ini mengandung makna khusus dan umum. Dalam maknanya yang paling umum, istilah tersebut berkaitan dengan analisis yang menekankan pada arti penting faktor penawaran dalam menentukan output dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Dalam pengertiannya yang khusus, istilah ini diasosiasikan dengan kebijakan ekonomi Amerika pada tahun 1980-an. kadang-kadang merujuk kepada Reaganomics, yang berpandangan bahwa pemotongan pajak tidak perlu disesuaikan dengan pemotongan pengeluaran karena pemotongan pajak akan menyebabkan pertumbuhan yang cukup untuk mengembalikan pendapatan pajak. Kita nanti akan membahas aspek ini.

Advertisement

Ekonomi sisi-penawaran dibangun di atas analisis pilihan individu. Secara mendasar analisis ini bersifat ekonomi mikro – sebuah faktor yang dapat menjelaskan pengabaiannya di dalam ekonomi makro sampai sekarang. Faktor-faktor utama di dalam determinasi sisi-penawaran dari output antara lain adalah efek insentif terhadap produksi, efisiensi pasar tenaga kerja, penghindaran peraturan dan tingkat tabungan. Ide-ide ini terletak di jantung ekonomi. Para penulisnya adalah, antara lain. Kuznets (1971) yang menulis tentang pembangunan ekonomi, Kendrick (1961) dan Denison (1962) tentang pertumbuhan dan produktivitas. Mincer dan Polachek (1974) tentang sensitivitas penawaran tenaga kerja wanita terhadap upah pasca-pajak, Becker (1964) tentang modal manusia, dan Schultz (1974) dan Becker 1981) tentang ekonomi keluarga. Penjelasan Friedman (1968) tentang sifat ilusif dari kurva Phillips yang menggambarkan sifat yang bertolak belakang ttde-off) antara pengangguran dan inflasi juga berdasarkan analisis sisi-penawaran (pilihan indi- vkiu ia menunjukkan bagaimana kurva tersebut tergantung kepada pekerja dan perusahaan yang terkena oleh tingkat inflasi yang sedang berjalan. Jadi kebijakan moneter tidak mengurangi pengangguran secara permanen, karena itu diperlukan kebijakan jangka panjang seperti memperbesar kesempatan pendidikan yang dapat mengurangi hambatan yang dihadapi oleh angkatan kerja Buchanan dan Tullock (1962) dan ahli ekonomi dari mahzab pilihan publik juga dapat dianggap telah memberikan sumbangan kepada ekonomi sisi-penawaran. Kesimpulan mereka bahwa, dibandingkan peningkatan output dan pertumbuhan ekonomi, intervensi pemerintah lebih sering mengandung efek yang berkebalikan (pemerintah dan pasar dapat gagal), menempatkan batasan penting pada peran pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dalam analisis ekonomi makro sisi permintaan cenderung melebihi sisi penawaran, khususnya sejak masa Depresi Besar dan bangkitnya Keynesianisme. Bagi kebanyakan kebijakan ekonomi makro, permintaan agregat dipandang sebagai faktor penentu output, dengan penawaran agregat terbentuk terutama oleh penawaran tenaga kerja dan trend produktivitas tenaga kerja. Dalam konteks ini efek jangka panjang dari manajemen permintaan agregat dalam mengurangi output melalui peningkatan pajak dan pembagian yang lebih besar dari pendapatan nasional pemerintah cenderung diabaikan. Tingkat pajakmarginal yang tinggi pada pendapatan personal dan perusahaan dapat berdampak buruk pada output dan pertumbuhan nasional karena menurunkan partisipasi tenaga kerja, usaha pekerja dan akumulasi modal. Kegagalan yang jelas dari kebijakan sisi-permintan dihadapan stagflasi pada tahun 1970- an membuat ahli ekonomi akademik seperti Feldstein (1981) menegaskan kembali perlunya mempertimbangkan kembali isu-isu sisi-penawaran yang selama ini diabaikan.

Ekonomi sisi-penawaran, dalam pengertiannya yang lebih spesifik, dikembangkan oleh para ahli ekonomi seperti Arthur Laffer, Jude Wanniski, Michael Evans dan Paul Craig Roberts, yang lebih banyak bekerja di bidang arena kebijakan pemerintah ketimbang arena akademik. Para ekonom ini seringkah disebut sebagai “pihak sisi-penawaran. Penjelasan tentang gagasan-gagasan me¬reka dapat ditemukan di dalam karya Robert (1984) dan Bartlett dan Roth (1984). Economic Recovery Tax Act (1981) sangat dipengaruhi oleh argumen sisi-penawaran dan memasukkan ta bungan dan insentif investasi, pengurangan pajak keuntungan modal, dan pengurangan pajak pribadi. Dukungan terhadap pengurangan pajak pribadi diasosiasikan dengan kontribusi yang paling terkenal dari pihak sisi-penawaran, yakni kurva Laffer. Kurva Laffer menggambarkan sebuah relasi berbentuk -U-terbalik antara total pendapatan pajak dengan rata-rata pajak marginal. Dengan

rata-rata pajak nol, maka pajak yang diperoleh adalah nol. Dengan rata-rata pajak 100 persen, insentif finansial untuk bekerja akan hilang, sehingga pendapatan pajak kembali nol. Di antara dua titik ini penghasilan pajak pada mulanya akan naik seiring dengan naiknya rata-rata pajak, tetapi kemudian jatuh ketika insentif kerja juga turun. Pendukung analisis sisi-penawaran menegaskan bahwa hal inilah yang menjadi persoalan sebenarnya.

Akan tetapi bentuk dari kurva Laffer tersebut, dan posisi negara-negara di atasnya, tidak begitu jelas secara empiris. Stuart (1981) meneliti kasus negara Swedia, la memperkirakan bahwa titik maksimum dario kurva Laffer terjadi pada tingkat pajak marginal sebesar 70 persen,sedangkan pada saat studi itu dilakukannya tingkat pajaknya di atas 80 persen. Karena itu ia berkesimpulan bahwa Swedia terletak pada bagian lereng menurun dari kurva tersebut. Lindsey (1987) menganalisa data tingkat pajak Amerika dan berkesimpulan bahwa titik maksimum dari kurva terletak pada tingkat pajak marginal sebesar 40 persen. Dengan melihat pada pengurangan tingkat pajak Amerika dari tahun 1982 sampai 1984, yang menyangkut pengurangan rata-rata 23 persen tingkat pajak sepanjang tiga tahun itu, dan pengurangan tertinggi pada tahun pertama dari 70 menjadi 50 persen, ia berkesimpulan bahwa sampai seperempat dari pendapatan hilang karena pengurangan ini. Kerugian ini dalam aritmetika sederhana akan ditutup dengan “perubahan di dalam perilaku pembayar pajak.” Bukti-bukti untuk Inggris dicontohkan oleh Brown (1988). Ia menolak sepenuhnya setiap pandangan bahwa pengurangan rata-rata dasar Inggris dari 27 menjadi 25 persen pada tahun 1988 dapat mengakibatkan kenaikan pendapatan, tetapi berpendapat bahwa ada kemungkinan bahwa pengurangan rata-rata yang lebih tinggi, dari 60 menjadi 40 persen, dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan. Secara luas bukti-bukti empiris menyangkal klaim berlebihan dari pendukung sisi-penawaran bahwa pengurangan besar di dalam tingkat pajak dasar dapat membiayai diri sendiri, dan mendukung pandangan bahwa hal ini mungkin bisa terjadi pada pengurangan di dalam pajak dengan tingkat yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan penekanan yang lebih banyak diarahkan kepada arti penting dari isu-isu sisi-penawaran di dalam ekonomi, dan ekstrim terhadap sisi-penawarar. yang terlihat di masa kejayaan manajemen permintaan Keynesian, kini telah menurun. Meskipun demikian klaim yang lebih luas dan pihak sisi-penawaran yang diasosiasikan dengan reformasi pajak Amerika pada tahun 1981 belum juga terealisasikan.

Incoming search terms:

  • kebijakan sisi penawaran
  • ekonomi sisi penawaran
  • sisi penawaran
  • contoh kebijakan sisi penawaran
  • analisis sisi penawaran
  • pengertian Ilmu ekonomi sisi penawaran
  • ilmu ekonomi sisi penawaran
  • ciri pasar tenaga kerja dari sisi penawaran
  • contoh pertumbuhan sisi penawaran
  • pengertian sisi penawaran

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kebijakan sisi penawaran
  • ekonomi sisi penawaran
  • sisi penawaran
  • contoh kebijakan sisi penawaran
  • analisis sisi penawaran
  • pengertian Ilmu ekonomi sisi penawaran
  • ilmu ekonomi sisi penawaran
  • ciri pasar tenaga kerja dari sisi penawaran
  • contoh pertumbuhan sisi penawaran
  • pengertian sisi penawaran