Energi dalam Tubuh Makhluk Hidup

124 views

Ada makhluk hidup yang disebut fotoautotrof, antara lain tumbuhan berhijau-daun, ganggang, dan bakteri fotosintetik. Fotoautotrof ini mampu menye­rap cahaya matahari (ultraviolet, ungu, dan biru) ke dalam molekul pigmennya, yang terutama adalah klo­rofil a dan klorofil b. Energi ini digunakan untuk mengeksitasi elektron, yakni menaikkan energi ke ting kat yang lebih tinggi. Energi elektron ini kemudian ditransfer untuk disimpan ke dua macam molekul ber­energi tinggi, yakni ATP (adenosina trifosfat) dan NADPH2 (nikotinamida adenina dinukleotida fosfat tereduksi). ATP adalah senyawa kimia akhir tempat kebanyakan energi sel dikemas sebelum digunakan. Dalam bentuk inilah energi akan dipasok, misalnya untuk pengerutan otot, mendorong reaksi kimia yang bila tak diberi energi tak akan jalan, bioluminesens pada kunang-kunang, energi listrik pada belut lis­trik, dll. Dalam proses fotosintesis, yakni produksi gula dan pati dari karbon dioksida dan air dengan bantuan caf haya» energi eksitasi elektron sebagian digunakan un­tuk reaksi tersebut di atas. Kedua H diambil dari air (H2O), sehingga akan dibebaskan oksigen (O 2) yang dibuang ke udara.

Energi eksitasi elekuon yang lain digunakan untuk reaksi 1. ATP dan NADPH2 yang dihasilkan akan terlibat dalam sederetan reaksi, yang disebut daur Cal­vin, yang melibatkan karbon dioksida, air dan pe­nyusun lain dalam sel, sehingga terbentuk glukosa (C6H12O6). Sebagian besar glukosa akan disimpan dalam tumbuhan itu dalam bentuk pati dan selulosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi lemak.

Incoming search terms:

  • di dalam tubuh makhluk hidup energi disimpan dalam bentuk molekul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *