Advertisement

Fatalisme teologis mengklaim, peristiwa-peristiwa historis dan kehidupan manusia ditentukan sebelumnya oleh kehendak Allah. Di dalam fatalisme teologis telah terjadi peperangan antara konsepsi-konsepsi predestinasi (takdir) mutlak (Agustinianisme, Calvinisme, Jansenisme) dan pandangan-pandangan yang berusaha meru- kunkan kemahakuasaan Allah dan kehendak bebas manusia. Pengertian umum ini dapat dirinci sebagai berikut.

1. Keyakinan bahwa Allah yang mahatahu dan mahakuasa meramalkan dan meniscayakan, seturut pengetahuannya, bagaimana terjadinya segala sesuatu di alam semesta ini.

Advertisement

2. Kekuatan rasional Allah yang bekerja sesuai dengan kehendak-Nya merupakan sebab ada dan menjadinya individu-individu. Tiada yang dilakukan seseorang akan mengubah rencana yang sudah mapan itu. Hanya apa yang Allah tetapkan terjadi, akan terjadi, dan apa yang terjadi ialah apa yang telah Allah tetapkan untuk terjadi.

3. Allah mengharuskan kejadian-kejadian tertentu untuk terjadi pada tiap-tiap individu sesuai dengan pengetahuanNya tentang iman dan jasa individu sebagai seorang beriman. Kejadian- kejadian ini ditakdirkan terjadi dalam kehidupan atau sebagai keselamatan di dunia seberang.

Incoming search terms:

  • Teologi fatalistik
  • Teologi fatalisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Teologi fatalistik
  • Teologi fatalisme