Advertisement

FELOGEN DAN PEMBENTUKAN PERIDERM, Felogen membelah dengan cara yang sama seperti kambium pembuluh, ke arah batang membentuk felem atau gabus dan ke dalam membentuk feloderm atau korteks sekunder. Berbeda dengan kambium pembuluh, felogen ini ke arah luar lebih banyak menghasilkan derivat-derivatnya daripada ke arah dalam. Tiga mintakat jaringan sekunder ini (felem, felogen, dan feloderm) secara kolektif disebut periderm.
Felogen selalu berasal dari dekat permukaan batang, tetapi posisinya berlainan pada tumbuhan yang berbeda. Dalam sebagian besar tumbuhan, felogen terbentuk pada lapisan terluar korteks, meskipun dapat juga timbul pada setiap tempat antara epidermis dan bagian luar floem. Oleh karena felogen itu berkembang dalam daerah jaringan primer dewasa, lapisan sel-sel parenkima atau kolenkima (yang merupakan tempat asalnya) pertama-tama harus mengalami diferensiasi balik dan kembali ke kondisi meristematik. Proses ini terjadi dengan dua pembelahan tangensial yang membentuk suatu deretan radial yang terdiri atas tiga sel, dan sel yang di tengah merupakan pemula felogen yang membelah terus-menerus ( 6.15). Berbeda dengan sel-sel kambium pembuluh, sel-sel felogen sangat bervakuola dan semuanya hanya satu macam. Oleh karena itu, felogen mempunyai struktur yang relatif sederhana. Dalam irisan melintang, felogen tampak sebagai sebuah cincin menerus yang terdiri atas sel-sel persegi panjang dan mendatar pada arah tangensial, yang pada irisan membujur tangensialnya sel-sel itu tampak bersegi banyak. Felogen sering pula disebut kambium gabus karena felem dari jenis-jenis pohon tertentu, khususnya Quercus suber (pohon pasang gabus, cork oak), merupakan sumber gabus yang diperdagangkan.
Sel-sel felem dicirikan oleh dinding sel sekundernya yang mengandung suberin. Suberin adalah zat lemak yang menjadikan dinding sel kedap air dan udara, sehingga sel-sel felem itu mati pada waktu dewasa. Pigmen-pigmen berwarna cokelat sering kali terdapat dalam dinding dan rongga-rongga sel. Felem adalah jaringan yang sangat padat yang tidak mempunyai rongga antarsel, dan membentuk lapisan penyekat dekat permukaan tumbuhan yang menggantikan epidermis jika epidermis pecah. Dengan pembentukan lapisan felem, meskipun tipis, aliran makanan dan air ke jaringan-jaringan yang terletak di luarnya terputus sehingga akhirnya jaringan-jaringan tersebut mati. Produk felogen di bagian dalam, feloderm, terdiri atas sel-sel hidup yang dindingnya tidak mengandung suberin. Sel-sel itu menyerupai parenkima korteks di sebelahnya, tetapi dapat dibedakan karena susunannya dalam baris-baris yang teratur dan dalam jajaran radial yang sama dengan felogen dan felem. Dalam feloderm beberapa tumbuhan, sel-sel dapat menebal seperti kolenkima atau dapat menjadi sklereid.

Advertisement
Advertisement