FUNGSI INSTITUSI RELIGI

50 views

Institusi religi merupakan institusi yang banyak dan bervariasi di dalam masyarakat, tetapi biasanya terpusat pada suatu pola yang telah mapan dan perilaku mengenai bagaimana mereka melakukan hubungan dengan supernatural. Semua masyarakat mempunyai beberapa konsep perihal supernatural, dan dalam hal ini konsep-konsep tersebut merupakan fungsi prisipil dari religi dan orientasi manusia dengan responnya terhadap supernatural. Ini mungkin menjadi dasar pokok kekuasaan negara dan kekuatan supernatural mungkin juga me-rupakan konsep bagi sikap dan perilaku pada usaha- usaha masyarakat seperti perlindungan para warga masyarakat dalam peperangan, jaminan kesuburan dan reproduksi, sebagai pengarah bagi pimpinan dalam menetapkan keputusan yang bijaksana dan seterusnya.

Di samping mempunyai fungsi pokok, institusi religi mempunyai fungsi lain yang dibentuk oleh masyarakat, dan ini tentunya meliputi derajat pengetahuan yang dimiliki oleh bagian terbesar warga masyarakat. Institusi religi seringkah berfungsi untuk memberikan dasar bagi perilaku yang ajeg dalam masyarakat. Kemudian mereka memberi sanksi (ganjaran) melalui peraturan-peraturan, yang pada dasarnya merupakan sifat alami dari tata kelakuan, dan juga merupakan konsensus umum. Dalam berbagai kasus, di samping membentuk dasar untuk nilai-nilai etika bagi masyarakat, institusi religi menyatukan nilai-nilai etika tersebut sebagai kumpulan prinsip etika, menyediakan pedoman untuk mengambil kebijakan sosial.

Di mana tidak diadakan pemisahan antara negara dan religi, maka fungsi pemerintahan mungkin dijalankan oleh fungsionaris religi atau di sana yang merupakan kepala negara adalah juga sebagai kepala masyarakat religi. Seringkah kekuasaan negara merupakan penjelmaan dari kekuasaan institusi religi. Keadaan ini misalnya, terjadi di Eropa pada abad pertengahan, di mana para fungsionaris religi itu membuat pedoman melalui peraturan politik dengan mencoba menjamin usaha mereka itu dengan saksi dari kekuasaan supernatural. Institusi religi seringkah merupakan jalan keluar bagi daya dari hal-hal yang berhubungan dengan rekreasi bagi para anggota (masyarakat). Dengan demikian, institusi religi mempunyai hubungan dengan aktivitas rekreasional, suatu badan bagi pengembangan appresiasi estetika dan sekaligus sebagai orientasi spritual terhadap supernatural. Kuil-kuil dan patung- patung yang sangat banyak dan besar dari orang Yunani merupakan perlambang hubungan tersebut dan sekaligus merupakan Tuhan bagi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *