Advertisement

Pemakaian gelombang ultrasonik sebagai sarana diagnostik telah berkembang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir ini. Hasil dari penggunaan gelombang ultrasonik ini adalah suatu pencitraan diagnostik (imaging diagnostik) pada alat-alat tubuh, di mana kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomi, gerakan serta hubungan dengan jaringan sekitarnya (Dicken, 1976). Pemeriksaan ini bersifat non-invasive, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat dan aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Selain dari itu pemeriksaan ini tidak ada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita.

Gelombang ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi dari kemampuan pendengaran telinga manusia sehingga kita tidak dapat mendengarnya sama sekali. (Gelombang suara yang dapat didengar manusia frekuensinya antara 20 30 Hertz). Gelombang ultrasonik frekuensinya 1 juta -10 juta Hertz atau 1-10 MHz) (Hadi dkk, 1986). Pada permulaannya gelombang ultrasonik ini dipakai dalam bidang teknik. Pertama kali digunakan oleh P. Langevin seorang bangsa Perancis pada Perang Dunia I untuk menentukan adanya kapal selam musuh dengan suatu alat yang disebut SONAR = Sound Detection and Ranging. Setelah Perang Dunia I (th. 1918) digunakan dalam pelayaran di laut untuk menentukan dalamnya laut. Pada tahun 1937 digunakan untuk pertama kali untuk pemeriksaan jaringan tubuh manusia, tetapi hasilnya belum memuaskan. Baru setelah Perang Dunia II berkat kemajuan teknologi yang pesat baru gelombang ultrasonik ini berhasil digunakan untuk pemeriksaan alat-alat tubuh dengan hasil yang memuaskan. Pada tahun 1952 Haery dan Bliss telah melakukan pemeriksaan USG pada beberapa organ yaitu hati dan ginjal. Tetapi pemakaian gelombang ultrasonik secara luas baru berkembang pesat selama 20 tahun terakhir ini dengan ditemukannya teknologi yang lebih memperjelas hasil gambaran gelombang ultrasonik ini (Taylor, 1979).

Advertisement

Advertisement