Advertisement

1. Dalam setiap bahasa harus dibuat pembedaan berikut in: a) jumlah keseluruhan semua tanda dan bentuk yang dapat di-gunakan orang yang berbicara; b) kegiatan bicara secara mental ragawi; c) kata yang diujarkan dan didengar.

2. Penyandang (pengguna) bahasa adalah manusia. Manusia seorang diri di antara makhluk-makhluk, yang kelihatan mempunyai pikiran yang dapat dia komunikasikan kepada orang lain. Dan manusia seorang diri di tengah-tengah semua makhluk rohani yang mampu mengungkapkan pikiran melalui bunyi yang sesuai, cocok. Karena itu, bahasa mencerminkan hakikat jasmani dan rohani manusia dan mengalirkan hukum-hukumnya. Selaku bunyi, bahasa ada hanya selama dihasilkan.

Advertisement

3. Meskipun bahasa selalu merupakan ungkapan jiwa tertentu dari orang yang sedang bicara, namun tujuan pokok bahasa (sebagaimana berbeda dari bentuk ekspresi lain) bukan sekadar ungkapan jiwa. Sebaliknya, tujuan utama bahasa adalah menggambarkan dan mengkomunikasikan gagasan.

4. Bahasa menghadirkan gagasan mengenai obyek dan bukan obyek itu sendiri. Dan bahasa menjadikan gagasan hadir bukan dengan sebuah gambar melainkan dengan sebuah tanda yang menggantikan gagasan itu. Karena itu bahasa dapat di- mengerti hanya oleh orang yang mengetahui arti dan makna tanda itu.

5. Soal asal-usul bahasa berkaitan dengan kemampuan dasar manusia untuk berbicara atau dengan kemampuan bahasanya yang sudah maju. Kemampuan bahasa terdapat dalam kodrat manusia. Keterampilan berbahasa meliputi penemuan dan penggunaan pertama kali tanda-tanda yang cocok sebagai pengganti konsep-konsep. Keterampilan berbahasa juga mencakup pembentukan sistem tanda-tanda secara lebih dalam. Bagaimana asal-mula manusia memperoleh keterampilan berbahasa merupakan sesuatu yang hanya dapat kita duga berdasarkan cara manusia sekarang mengembangkan keterampilan berbahasanya. Kita dapat berbicara mengenai bahasa-bahasa binatang hanya dalam arti yang sangat terbatas. Karena binatang tidak dapat mengungkapkan gagasan dan juga binatang tidak dapat mengkomunikasikan perasaan dan keinginannya dengan konsep.

6. Bahasa memerlukan simbol-simbol (seperti kata, bunyi, sikap, tanda) yang diatur dan dihubungkan dalam suatu sistem kompleks untuk memperoleh arti yang dikomunikasikan. Sistem simbol ini dapat dimanipulasikan dengan cara sedemikian rupa, sehingga mampu menyusun suatu gabungan yang tidak terbatas yang dapat dibubuhi arti-arti. Sistem semacam ini mempunyai aturan-aturan yang menentukan bagaimana gabungan-gabungan semacam ini dapat terjadi dan bagaimana arti-arti standar ditetapkan.

7. Beberapa unsur lain dalam bahasa: a) inteligensi yang menghasilkan bahasa, untuk b) secara sengaja mempengaruhi (berkomunikasi dengan, mengirim sesuatu) bentuk inteligensi lainnya, c) sambil mengharapkan suatu reaksi atau suatu jawaban dan balasan serupa, d) terhadap isi (konsep, arti, ide) yang mempunyai suatu dasar pengertian dan/atau pemahaman yang sama.

8. Simbol-simbol fonetik bahasa dapat digantikan oleh tanda- tanda lain, misalnya dengan tulisan yang menggantikan simbol-simbol fonetik yang mudah hilang/rusak dengan tanda- tanda yang lebih permanen. Namun, penyajian gagasan-gagasan dengan tulisan dapat terjadi tanpa melalui perantaraan bunyi, seperti dalam simbol gagasan-gagasan Cina. Bentuk pokok bunyi adalah silabel (suku kata).

9. Bentuk pokok simbol bahasa yang mempunyai arti adalah kata. Bentuk pokok bahasa itu sendiri adalah kalimat. Untuk mengungkapkan suatu gagasan yang lengkap diperlukan kalimat. Baru berdasarkan situasi bahasa dan konteks kalimat, kata-kata mendapat artinya yang pasti. Pada tingkat tertentu, ini juga mengena pada kalimat sejauh kalimat itu merupakann bagian dari suatu keseluruhan yang lebih luas.

10. Kemungkinan menerjemahkan apa yang diungkapkan dalam satu bahasa ke dalam bahasa lain selalu terbuka. Tetapi karena berbagai hal kemungkinan ini terbatas.

11. Dapat dibangun bahasa yang bersifat universal dan terumus seperti matematika dan iogika simbolis. Tetapi semua ini hanya berlaku bagi hal-hal yang sudah pasti dan berlaku umum.

12. Walau bukan syarat terpenting bagi pengetahuan rohani, bahasa merupakan bantuan besar menuju ketepatan dan kejelasan pemikiran konseptual.

Incoming search terms:

  • hal yang berkaitan dengan bahasa
  • yang berhubungan dengan bahasa
  • hal hal yang berhubungan dengan bahasa
  • yang berkaitan dengan bahasa
  • sesuatu yang berhubungan dengan bahasa
  • hal-hal yang berkaitan dengan pengertian
  • hal-hal yang berkaitan
  • hal megenai bahasa
  • hal hal yang menyangkut definisi
  • yang berkaitan dngan bahasa

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • hal yang berkaitan dengan bahasa
  • yang berhubungan dengan bahasa
  • hal hal yang berhubungan dengan bahasa
  • yang berkaitan dengan bahasa
  • sesuatu yang berhubungan dengan bahasa
  • hal-hal yang berkaitan dengan pengertian
  • hal-hal yang berkaitan
  • hal megenai bahasa
  • hal hal yang menyangkut definisi
  • yang berkaitan dngan bahasa