Advertisement

Secara fisiologis ada dua fase tidur yang berbeda : REM (Rapid Eye Movement) yaitu gerakan cepat menutup mata dan tidur tanpa menggerakkan mata (non-REM). Tidur dengan cara REM berbeda dengan non-REM, dimana keduanya sangat berpengaruh kepada perbandingan aktifitas kelistrikannya. Hal ini terlihat pada orang yang sangat lelah membutuhkan oksigen yang lebih banyak dan tekanan darahnya meningkat. Aktifitas kelistrikan otak dicatat dengan EEG (ElectroEncephaloGram), berdasarkan karakterisasi voltase rendah dan frekuensi tinggi. Pada tidur yang sangat lelap EEGs menunjukkan voltase tinggi dan frekuens’ rendah, yang disebut dengan Slow-Wave Sleep (SWS). SWS berhubungan dengan tekanan darah menjadi rendah, aktifitas otak menurun, pada keadaan ini sering terjadi orang berjalan dalam tidurnya. Berjalan selagi tidur tidak akan terjadi pada orang yang hanya memejamkan mata sambil istirahat lalu ketiduran, sebab otot-ototnya masih bekerja. Jika hal tersebut diikuti oleh mimpi yang bersifat emosional akan dapat menimbulkan kontra produktif dan berbahaya bagi fisiknya sendiri atau orang lain yang ada disekitar dia. Benzodiazepin (Valium) dan barbiturat (fenobarbital) menyebabkan tidur dengan meningkatnya GABA, menghambat neurotransmitter, diseluruh bagian otak.

Ampetamin, adalah zat yang paling mudah menyebabkan orang tidur, yakni meningkatkan dopamin. Inti tuber- mamilari yang berupa tonik dari posterior lateral hypothalamus melepaskan histamin meialui korteks, neuromodulator menyebabkan orang tidak mengantuk (mengapa anti-histamin menyebabkan kantuk). Melatonin dari kelenjar pineal dapat mempengaruhi siklus tidur melalui inti suprachiasmatic.Tidur juga dapat dirangsang dengan menghilangkan input sensori, yakni dengan bermalas malasan, ruangan digelapkan atau dengan mendengarkan alunan suara yang menyejukkan. Asetilkolin dari aktifitas brainstem menghasilkan histamin dan inti tubermammillary pada hipotalamus dan basal nucleus dari forebrain, dimana dia sendiri mengirim asetilkolin ke serebral korteks sebagai neuromodulator. Basal nucleus di aktifkan oleh norepinefrin dari locus coeruleus. Dengan periode waktu yang lama adenosin berakumulasi pada neuron sebagai hasil pemecahan ATP. Adenosin dari dalam neuron di transportasikan ke dalam membran sel, diteruskan ke dalam ruang ekstraseluler. A1 reseptor dari basal nucleus neuron merupakan bagian yang peka terhadap peningkatan adenosin, dimana peningkatan ion kalium yang masuk menyebabkan hiperpolarisasi (hambatan) neuron. Adenosin juga menurunkan aktifitas GABA neuron pada basal nucleus, akibatnya tidak terjadi hambatan neurons pada preoptik/anterior hipotalamus yang mendorong Slow-Wave Sleep (SWS) [Behavioral Brain Research 2000:115:183-204). Kafein merangsang saraf untuk tetap bangun dengan melawan semua aksi adenosine, dengan memblok adenosin reseptor. Neuron pada raphe nucleus, locus coeruleus dan caudate nucleus semua sangat sensitif terhadap kemampuan kafeimuntuk memblok pengaruh yang menghambat dari adenosin [Brain Research 2000: 858). Kafein sangat efektif dalam menentang aksi keinginan tidur yang disebabkan oleh adenosin.

Advertisement

Incoming search terms:

  • hubungan adenosin dan dopamin
  • hubungan tidur dan adenosin

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • hubungan adenosin dan dopamin
  • hubungan tidur dan adenosin