HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

20 views

Hukum Pertama Termodinamika

Dalam 1817 Hermann von Helmholtz, ilmuwan Jerman, merumus­kan hubungan umum antara kalor dan energi secara matematis menjadi hukum pertama termodinamika. Sekaligus dalam rumus ini dilontarkan pula gagasan mengenai energi dalam, E. Rumus itu berbentuk A E = Q – W dengan Q = kalor yang diserap oleh sistem, dan W kerja yang dilakukan oleh sistem. Ada dua cara memandang rumus itu. Pertama, de­ngan mencari definisi E dari teori atom dan molekul. Kedua, semata-mata secara matematis: meskipun ka­lor yang diserap sistem maupun kerja yang dilakukan sistem bergantung pada jalan yang ditempuh sistem dalam proses itu, selisihnya tidak bergantung pada jalan.

 

Energi dan Massa.

Hukum pertama pada hakikat­nya merupakan perumusan pelestarian energi. Namun massa barulah dicakup pada awal abad ke-20, ketika Albert Einstein mengembangkan teori relativitasnya. Menurut Einstein, massa dan energi dapat dipertukar­kan menurut rumus

E mc2

dengan c adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa, dan m ialah massa yang hilang biia dibebas­kan energi sebesar E. Selanjutnya Einstein menunjuk­kan bahwa massa benda bertambah bila diberi ke­cepatan menurut rumus

m = mQ/[ V(1 – v2/c2)]

dengan m0 ialah massa diam, v kecepatan. Maka energi kinetik benda itu adalah (m – m0)c2. Bila v jauh lebih kecil daripada c, energi kinetik akan men­jadi = (l/2)w0v2, seperti diajarkan oleh mekanika Newton.

 

Energi dan Kuantisasi.

Max Planck pada awal abad ke-20 itu juga mengemukakan teori kuantum un­tuk mempertemukan hukum-hukum elektromagnetisme dengan mekanika klasik. Planck mempostulatkan bahwa energi cahaya hanya dipancarkan dalam paket- paket tertentu yang disebut kuantum. Makin pendek panjang gelombang pancaran itu, makin besar paket­nya. Rumusnya: energi satu kuantum E = h.f (de­ngan / ialah frekuensi cahaya, dan h ialah tetapan Planck .

 

 

Hukum Kedua Termodinamika

Sesuai dengan perumusan matematis hukum pertama, hukum kedua menyatakan bahwa meskipun kalor yang diserap sis­tem secara reversibel bergantung pada jalan, namun angkabanding (dqrcv)/T tidak bergantung pada jalan (Tialah suhu mutlak sistem). Angkabanding itu di­definisikan sebagai dS dengan 5 ialah entropi. Lihat lebih lanjut Entropi.

 

Incoming search terms:

  • pengertian termodinamika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *