Advertisement

Secara harfiah istilah ini berarti aliran yang mengikuti ajaran Augustinus.

1. Agustinianisme adalah suatu aliran teologis-filosofis konservatif, terutama pada abad ke-13, yang berpegang teguh pada Agustinus (354 — 430). Ajaran ini berlaku di antara para peng- ikutnya yang adalah orang-orang berpengaruh, bukan hanya di dalam kaum Fransiskan dan imam sekular, melainkan juga dalam kaum Dominikan awal, dan kemudian dalam kelompok Hermit Agustinus.

Advertisement

2. Agustinianisme ditandai oleh kecenderungan yang kuat terhadap Plato dan tradisi Platonis pada Aristoteles. Ia codong melihat kebijaksanaan sebagai filsafat kebaikan, dan bukan filsafat kebenaran.

3. Ajaran ini condong menolak pembedaan kaku antara filsafat dan teologi, antara kebenaran rasional dan kebenaran wahyu.

4. Aliran itu mengikuti Augustinus dalam memandang Allah dan jiwa sebagai dua materi yang mempunyai kepentingan utama dalam soal kebijaksanaan.

5. Jiwa dengan tiga kekuatannya ingatan, pemahaman, dan kehendak merupakan suatu gambaran dari Tritunggal Yang Mulia. Jiwa pada dasarnya dipandang sebagai independen dalam hubungannya dengan tubuh, dan bukan sebagai bentuk substansial tubuh.

6. Dalam tulisan-tulisannya yang awal Agustinus berbicara tentang manusia seakan-akan manusia merupakan jiwa yang menggunakan suatu tubuh. Tetapi kemudian di bawah pengaruh wahyu ia mengakui bahwa terdapat kesatuan rahasia antara tubuh dan jiwa sedemikian rupa sehingga keduanya bagaimana pun membentuk satu manusia. Namun, aliran Agustinian mengajarkan bahwa jiwa adalah suatu substansi yang mempunyai prinsip individuasinya sendiri (karenanya menolak teori materia signata dari Aquinas).

7. Mengenai pengetahuan: dalam pembentukan gagasan-gagasan, tidak ada yang disebut intelek aktif. Tetapi sebaliknya pikiran melihat di dalam dirinya sendiri gambaran-gambaran dari kebenaran-kebenaran kekal yang dihasilkan di dalamnya oleh terang yang diberikan kepadanya oleh Allah (iluminasi = “penerangan”).

8. Aliran Agustinian menerima teori pencerapan aktif Agustinus. Menurut teori ini jiwa dapat bertindak atas tubuh tetapi bukan tubuh atas jiwa. Oleh karena itu, jiwa bersiap siaga untuk mengamati dengan pancaindera, apa yang berlangsung di dunia inderawi. Dan karenanya perubahan dalam tubuh “tidak luput” dari perhatiannya.

9. Sesudah Scotus, ma2hab ini mengajarkan bahwa pikiran memiliki pengetahuan intuitif langsung tentang makhluk-makhluk (pengada) indrawi individual.

10. Materi, menurut mazhab ini, bukan potensi murni dalam pengertian Aristoteles. Dengan mengikuti Plotinus, Agustinus mempertahankan bahwa materi adalah tidak adanya semua forma dan merupakan basis perubahan dalam dunia yang ada yang dapat berubah, namun materi dipikirkan sebagai sesuatu nihil aliquid (Confess iones, 12.6.6). Dan para pengikutnya terus mengajarkan bahwa materi pertama mempunyai aktualitas yang positif namun ringan dan belum sempurna. Mereka juga mengikuti Agustinus dalam mengajarkan bahwa ada materi dalam semua makhluk ciptaan, bahkan dalam para malaikat dan dalam jiwa, sebab mereka dapat berubah.

11. Secara tradisional Aliran Augustinian mengajarkan kemungkinan lebih dari satu bentuk substansial dalam suatu paduan ciptaan. Dan secara khusus aliran ini mengajarkan bahwa dalam manusia terdapat kejamakan forma (ide) yang berpautan dengan fiingsi-fungsi vegetatif, sensitif dan rasionalnya. Pada abad 13, Kelompok Hermit Agustinus menolak ajaran ini. Teori rationes seminales Agustinus juga dipeluk oleh sekolah Agustinian. Rationes seminales (benih bawaan) ini, yang diajukan Agustinus dalam karyanya, De Genesi ad Litteram, merupakan benih-benih atau sebab-sebab yang tidak dapat dilihat. Benih-benih ini dipostulatkan untuk menjelaskan bagaimana Allah menciptakan segala sesuatu secara bersama. Rationes seminales tersembunyi dalam rahim alam sekian rupa sehingga olehnya ukuran dan jumlah serta berat benda-benda dapat dibentang- kan pada waktunya.

12. Dengan mengikuti Agustinus, yang mempertahankan bahwa tidak mungkin ciptaan-ciptaan sama kekal (co-eternal) dengan Pencipta, Aliran Agustinus menolak kemungkinan penciptaan dari kekekalan (creatio ab aeterno). Agustinianisme mempertahankan bahwa kesatuan jiwa dengan Allah adalah terutama melalui kehendak.

Incoming search terms:

  • pengertian ide pokok

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian ide pokok