Advertisement

Dinasti Chin hanya bertahan sampai 206 SM. Tetapi, dinasti ini membuahkan banyak perubahan besar yang mempengaruhi seluruh jaman kekaisaran di Cina. Kaisar Dinasti Chin yang pertama, Shih Huang Ti, menghapuskan semua pemerintahan lokal dan membangun sistem pemerintahan terpusat. Selama masa pemerintahannya dilakukan pembakuan ukuran dan berat, ketepatan, dan sistem penulisan Cina. Ia memerintahkan pembangunan Tembok Besar Cina sepanjang 6.400 kilometer untuk mencegah masuknya para perusuh. Kaisar ini membebani rakyatnya dengan pajak yang sangat tinggi untuk membiayai angkatan perangnya. Akibatnya, timbul perang saudara yang melemahkan kekuasaan Dinasti Chin.

Dinasti Han (202 SM-220 M) tampil menggantikan Dinasti Chin. Dinasti Han ini memerintah Cina dari tahun 202 SM sampai tahun 220 M dan menjadikan ajaran Konfusianisme sebagai dasar pemerintahannya. Dalam masa ini, kecakapan seseorang yang bukan bangsawan pun mulai diperhatikan dalam pemilihan dan penempatan posisi pejabat pemerintahan. Hubungan dagang dengan Eropa untuk pertama kalinya terbuka dalam pemerintahan dinasti ini.

Advertisement

Bidang kesenian, pendidikan, dan ilmu pengetahuan maju pesat selama akhir masa pemerintahan Dinasti Han. Agama Budha masuk Cina dari India dalam masa ini juga. Para penulis dalam iaman ini menyusun catatan sejarah dan kamus. Tahun 105, bangsa Cina menemukan kertas. Abad terakhir masa pemerintahan Han diwarnai dengan pertikaian politik dan kecurangan dalam bidang administrasi. Selain itu, para pejabat dari wilayah bagian yang kuat mulai menunjukkan sikap tidak setia kepada kaisar. Dinasti Han akhirnya runtuh tahun 220. Setelah itu, Cina terpecah-belah.

Dinasti Sui (581-618) berhasil menyatukan kembali Cina. Pemerintahan Dinasti Sui ini membangun Kanal Besar yang menghubungkan Lembah Sungai Yangtze dengan wilayah Cina utara. Dinasti Tang menggantikan Dinasti Sui tahun 618 dan memerintah Cina selama hampir 300 tahun. Jaman pemerintahan Tang ditandai dengan kemakmuran dan perkembangan besar dalam kebudayaan. Tahun 755, pemberontakan yang dipimpin oleh Jenderal An Lu-shan dari wilayah utara merepotkan pemerintahan Dinasti Tang. Pemberontakan besar lain yang terjadi dari tahun 875 sampai 884 semakin memperlemah kekuasaan dinasti ini. Tahun 907 dinasti ini runtuh. Setelah itu terjadilah perebutan kekuasaan di antara “Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan”. Tahun 960, Dinasti Sung berhasil mempersatukan kembali Cina.

Dinasti Sung membawa dua perubahan besar yang mempengaruhi jalannya kekaisaran Cina selanjutnya. Pertama, para pemimpin Sung membolehkan rakyat biasa menduduki jabatan penting asal dia terpelajar dan mampu. Dengan demikian, Dinasti Sung meneruskan usaha peralihan dalam hal kekuasaan sosial dan politik dari para bangsawan kepada rakyat biasa yang dipilih berdasarkan kecakapan. Kedua, dinasti ini mengembangkan Neo-Konfusianisme yang menggabungkan elemen Konfusianisme tradisional dan elemen Budhisme serta Taoisme. Pada saat pemerintahan Sung inilah kesejahteraan rakyat mengalami ke-majuan dan muncul berbagai penemuan, antara lain magnet, dan alat percetakan. Dalam bidang seni lahir porselen dan lukisan pemandangan alam yang mengagumkan.

Walaupun besar, wangsa Sung tidak pernah memiliki angkatan bersenjata yang kuat. Tahun 1126 suku bangsa Manchuria merebut wilayah utara Cina. Wangsa Sung kemudian memindahkan ibu kota dari Kaifeng ke Hang-chou di lembah Sungai Yangtze yang subur. Sejak saat itu, wangsa ini dikenal dengan sebutan Sung Dari Selatan.

Tahun 1200-an, prajurit Mongol masuk Cina melalui utara. Pemimpin mereka, Kublai Khan, mendin- kan wangsa Yuan. Wangsa Yuan ini menguasai Cina dari 1279 sampai 1368. Inilah untuk pertama kalinya seluruh Cina berada di bawah kekuatan asing. Pada masa ini, berbagai negara Eropa semakin tertarik pada Cina. Berita tentang Cina dibawa ke Eropa oleh
para pedagang dan pengembara. Berita yang paling menarik dibawa oleh seorang pedagang Venezia bernama Marco Polo. Setelah berdagang hampir di seluruh wilayah Cina selama 17 tahun (1275-1292), ia membawa berita besar tentang suatu negara berkebudayaan tinggi yang disebutnya Cathay.

Pada masa pemerintahan Kublai Khan inu pula terjadi sengketa dengan Indonesia, yakni Kerajaan Singasari di Jawa Timur. Permintaan Kublai Khan agar Raja Kartanegara mengakui tunduk pada Cina dan membayar upeti untuknya, ditolak, bahkan utusan Cina dipotong daun telinganya. Bangsa Mongol menjalankan kekuasaannya di Cina dengan kejam. Pertengahan tahun 1300-an, berbagai pemberontakan berhasil menghalau bangsa ini ke luar Cina. Setelah bangsa Mongol terdepak, wangsa Ming memimpin Cina.

Dinasti Ming memerintah Cina dari 1368 sampai 1644. Masa ini termasuk masa kejayaan Cina. Pengaruh negara ini terasa sampai wilayah Asia timur. Karya tulis dan seni berkembang kembali. Sebagai akibat penjajahan kejam Mongol, para kaisar Ming memandang rendah segala hal yang berbau asing. Ketika para pedagang Eropa mengunjungi Cina antara tahun 1500 dan 1600, wangsa Ming menganggap mereka orang rendahan. Selain itu, bangsa Cina menganggap kegiatan dagang orang Eropa sebagai penyelundupan dan pembajakan. Pandangan ini menghambat pekerjaan para misionaris Kristen yang mulai masuk Cina sekitar tahun 1600.

Bangsa Manchu dari Manchuria menjajah Cina selama 268 tahun (1644-1912) dan mendirikan Dinasti Ching. Seperti Mongol, Manchu bagi orang Cina juga dianggap bangsa asing. Tetapi, bangsa Manchu bisa menyesuaikan diri dengan kebudayaan Cina. Bangsa ini sangat mendukung Neo-Konfusianisme dan meniru sistem politik yang diterapkan oleh Dinasti Ming.
Periode selama 1661 sampai 1799 merupakan masa kejayaan wangsa Ching. Pengaruh Cina terasa sampai Mongolia, Tibet, dan Asia Tengah. Perdagangan, hasil pertanian, dan industri kerajinan berkembang sangat pesat. Populasi penduduk naik tajam dari 150 juta tahun 1700 menjadi lebih dari 400 juta di awal 1850.

Pada akhir tahun 1700-an, tingkat hidup rakyat Cina merosot sebagai akibat dari pertambahan penduduk yang amat pesat. Akhir tahun 1760-an, kecurangan politik mencemari administrasi pemerintahan wangsa Ching. Tahun 1796, keadaan politik dan ekonomi yang memburuk menyulut pemberontakan yang dipimpin oleh berbagai kelompok rahasia anti-Manchu. Pemberontakan ini berlangsung hingga tahun 1804. Wangsa Ching menjadi sangat lemah karenanya.

Incoming search terms:

  • jelaskan masa Dinasti Sung
  • arti berita cina
  • wangsa dinasti china
  • sikap raja kartanegra terhadap kekaisaran china
  • pengertian kekaisaran
  • jelaskan sikap raja kertanegara terhadap kekaisaran china
  • jelaskan pengertian kekaisaran
  • dinasti yg prtama menjajah
  • arti ming cina
  • yang fi maksud sistem pemerintahan kekasisaran cina

Advertisement
Filed under : Bikers Health, tags:

Incoming search terms:

  • jelaskan masa Dinasti Sung
  • arti berita cina
  • wangsa dinasti china
  • sikap raja kartanegra terhadap kekaisaran china
  • pengertian kekaisaran
  • jelaskan sikap raja kertanegara terhadap kekaisaran china
  • jelaskan pengertian kekaisaran
  • dinasti yg prtama menjajah
  • arti ming cina
  • yang fi maksud sistem pemerintahan kekasisaran cina