Jangkauan gangguan kejiwaan

Meskipun keadaan abnormal dari pikiran, perasaan dan tingkah laku bisa dipelajari dan diperlakukan tersendiri, tetapi yang lebih sering adalah keadaan-keadaan ini dipahami sebagai bagian dari sindrom, gangguan atau penyakit khusus. Di Amerika, sebagian besar klasifikasi gangguan kejiwaan dikemukakan dalam American Psychiateric Association (1980) edisi HI dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder(DSM-III). Meskipun dikembangkan oleh psikiater di Amerika, klasifikasi ini secara luas dapat digunakan oleh psikiatri negara lain, dan profesi penyembuhan mental lainnya. Klasifikasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan suatu deskripsi komprehensif dari manifestasi perwujudan gangguan mental, yang jika berkaitan dengan aetiologi klasifikasi tersebut tetap bersifat non-teoretis. Klasifikasi gangguan mental yang terkait dengan penerimaan dunia internasional adalah edisi 9 dari International Classification of Disease (1CD – 9).

Berikut ini kategori utama dari gangguan menurut kejiwaan menurut DSM-IU:

–              Gangguan yang biasanya muncul pertama dalam kandungan, Masa anak-anak atau remaja

–              Gangguan Mental Organik

–              Gangguan penyelewengan substansi

–              Gangguan Schizophrenic

–              Gangguan Paranoid

–              Gangguan Psykotis

–              Gangguan Afective

–              Gangguan Kecemasan

–              Gangguan Somatoform

–              Gangguan Disosiatif

–              Gangguan Artifisial

–              Gangguan Kontrol Impulse

–              Gangguan Penyesuaian

–              Faktor Psikologi yang Mempengaruhi Gangguan Kondisi Fisik Kepribadian.

DSM menjelaskan sub kategori dari kategori-kategori utama ini bersama dengan kriteria pendefinisian khusus untuk tiap-tiap gangguan. Untuk sebagian besar gangguan ada tingkat ke-andalan yang tinggi yaitu, dua pengamat dari pasien yang sama tampaknya sepakat dalam diagnosis. Ada kecenderungan beragamnya validitas yang terbentuk dari diagnosa kategori ini.

Ahli terapi pasangan dan keluarga mengritik DSM-111 dengan alasan bahwa mereka menganggap keluarga atau pasangan, bukan sebagai pasien, namun sebagai unit patologis. Ahli terapi perilaku mengritik DSM-111 dengan alasan bahwa unit patologi adalah pikiran, perasaan atau perilaku, jadi bukan sindrom atau penyakit. Ahli medis psikodinamis benar ketika mereka memandang psikopatologi sebagai bagian dari suatu kontinum yang didasarkan di atas konsep garis perkembangan, ketimbang sebagai entitas penyakit tersendiri. Selain itu, mereka percaya bahwa tiap pasien dapat digambarkan hanya dengan suatu formulasi yang unik dan kompleks. Karenanya kategori diagnostik dianggap tidak tepat secara konseptual sekaligus terlalu menyederhanakan permasalahan manusia. Walaupun banyak mendapat kritikan, kini cenderung terjadi konsensus di antara para psikiatri Amerika bahwa DSM-IU akan bertahan dan berkembang dalam edisi-edisi berikutnya.

Ada dua posisi ekstrim dan saling berten-tangan berkaitan dengan penyakit jiwa: pertama, psikopatologi, baik secara sosial maupun individual, ada di mana-mana dan intervensi terapi mungkin berguna untuk semua kondisi manusia; kedua, penyakit mental adalah mitos, sehingga tidak bisa diobati.