Advertisement

Kopi secara umum adalah tumbuhan berbiji, yang dapat diolah menjadi minuman yang bersifat stimulan yang dibuat dari hasil pengsangraian terhadap biji-biji kopi, dalam hal ini tentu mengalami beberapa perubahan sifat kimia maupun fisikanya. Panas yang diperlukan untuk penyangraian tergantung aroma yang diinginkan. Biji kopi yang sudah disangrai kemudian ditumbuk atau diblender sampai halus dan disebut kopi bubuk. Kopi pertama kali di konsumsi oleh orang-orang Etiopia pada abad ke 9 (Mekete Belachew,.2003). Kemudian menyebar ke Mesir dan Yaman, pada abad ke 15 mulai memasuki wilayah Persia, Turki dan Afrika. Dari dunia muslim lalu menyeberang ke Italia dan seluruh Eropa juga ke Amerika (Meyers dan Hannah: 2005). Sampai sekarang minuman kopi merupakan minuman populer di seluruh dunia (Villanueva et al: 2006). Kopi memainkan peran yang sangat penting selama perjalanan sejarahnya. Di Afrika dan Yaman digunakan sebagai pembuka acara keagamaan. Di Ottoman Turki pada abad ke 17 digunakan sebagai tujuan politik. Kopi merupakan komoJiti ekspor yang penting; pada tahun 2004 ada 12 negara yang menjadi pengekspor kepi (FAO Statistical Yearbook Vol. 1/1:2004). Ada beberapa kontroversi tentang hubungan tempat tumbuh kopi dengan dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa studi mempelajari hubungan antara mengkonsumsi kopi dengan kesehatan (Kummer, Corby: 2003). Kafein ialah senyawa kimia yang dijumpai secara alami di dalam makanan, minuman, obat-obatan dan suplemen (terdapat pada biji kopi, teh, biji kelapa, buah kola (Co/a nitida), guarana, thein dan mate), yang terkenal dengan rasanya yang pahit dan berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung, dan pernafasan. Kafein juga bersifat diuretik (dapat dikeluarkan melalui air kencing). Kafein bekerja di dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin dan menyebabkan peningkatan tekanan darah, sekresi asam lambung, dan aktifitas otot, serta perangsangan hati untuk melepaskan senyawa gula pada aliran darah untuk menghasilkan energi ekstra. Dalam berbagai produk, kandungan kafeinnya berbeda-beda, misalnya dalam 150 ml kopi seduhan sebanyak 110-150 mg, kopi instan 40-108 mg, decaffeinated (kopi dengan kadar kafein rendah) sebanyak 2-5 mg, sementara dalam teh berkisar antara 9-50 mg pada teh seduhan, teh instan 12-28 mg dan minuman teh ringan 22-36 mg. Pada minuman cola mencapai 40-60 mg, minuman energi/suplemen 50-80 mg, coklat 5-35 mg dan obat-obatan 100-200 mg (stimulan), 32-65 mg (analgesik/pereda sakit) dan 10-30 mg (obat demam). Berdasarkan hasil identifikasi terhadap beberapa tumbuhan, maka ditemukan lebih dari seratus spesies tumbuhan yang mengandung kafein, namun yang paling tinggi kadar kafeinnya adalah spesies tumbuhan berbiji, seperti pohon kopi (coffea Arabica dan coffea canefora,  varietas dari robusta), pada pohon kola (cola acuminate), juga pada sari buah dari biji coklat (cocoa), pohon coklat (Theobroma cacao). Pada daun-daunan dan ranting juga terdapat kafein, tetapi hanya pada daun teh (Thea sinensis atau juga disebut sebagai Camellia sinensis).

Timbul pertanyaan mengapa kafein ditemukan pada banyak tumbuhan, ternyata jawabnya sangat sederhana bahwa secara alami tumbuhan tersebut mempunyai pertahanan terhadap serangan hama tumbuhan. Kafein berfungsi sebagai pestisida alami, dengan demikian kafein adalah toksik terhadap larva rayap, nyamuk dan hama tembakau. Kopi mengandung beberapa senyawa kimia, bersifat psikotropik yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia, namun berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Untuk saat ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih menetapkan kandungan kafein dalam minuman-minuman penambah energi tidak lebih dari 50 mg, karena jumlah ini yang diyakini sebagai ambang batas. Bila lebih dari jumlah itu dalam jangka panjang, risiko akan berkembang pada penyakit-penyakit tertentu seperti darah tinggi, ginjal, penyakit gula hingga penyakit jantung dan stroke plus risiko aborsi bagi wanita hamil. Tujuan dari tulisan ini untuk mengkaji kandungan kimia Kopi dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Data-data diperoleh dari berbagai hasil temuan dan di analisis sesuai dengan tujuan penulisan.

Advertisement

Incoming search terms:

  • definisi kopi
  • pengertian kopi
  • kandungan kimia kopi
  • senyawa kimia dalam kopi
  • pengertian kopi dan kandungan nya
  • kandungan kimia pada biji kopi
  • zat kimia kopi
  • kandungan kimia dalam coffea arabica
  • kandungan ilmiah dibiji kopi
  • defisi kopi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi kopi
  • pengertian kopi
  • kandungan kimia kopi
  • senyawa kimia dalam kopi
  • pengertian kopi dan kandungan nya
  • kandungan kimia pada biji kopi
  • zat kimia kopi
  • kandungan kimia dalam coffea arabica
  • kandungan ilmiah dibiji kopi
  • defisi kopi