Advertisement

Seperti halnya kegiatan pernikahan yang dilakukan oleh manusia, persekutuan antar per-usahaan memerlukan beberapa persyaratan dan kriteria agar diperoleh hubungan organisasional terbaik. Untuk mudahnya, keseluruhan kriteria ini disingkat sebagai 8 I, yang terdiri dari :
1. Istimewa.
Masing-masing perusahaan
mitra harus memiliki keunggulan tertentu yang tergolong istimewa dan bernilai untuk sama-sama disumbangkan dalam kegiatan aliansi. Dorongan untuk membentuk aliansi strategis harus dipandang dari segi positip (mengejar peluang usaha yang saling menguntungkan di masa depan) dan bukan sebaliknya (untuk menutupi kelemahan atau menghindari situasi yang sulit).
2. Importansi.
Hubungan aliansi ini harus dianggap penting dan cocok dengan sasaran jangka panjang dari masing-masing perusahaan mitra, dan segala upaya dikerahkan untuk memainkan peranannya yang pen-
ting, masing-masing perusahaan mitra harus memiliki perencanaan strategis.
3. Interdependensi.
Aliansi harus dihadapi dengan anggapan bahwa masing-masing pihak saling membutuhkan satu sama lain. Perusahaan-perusahaan mitra harus memiliki kelebihan dan ketrampilan yang dapat saling dimanfaatkan. Bila tujuan perusahaan lebih efisien dicapai melalui kolaborasi dengan perusahaan lain, tidak perlu untuk mencapainya dengan cara dilakukan sendiri.
4. Investasi.
Masing-masing perusahaan yang akan beraliant>i tidak saja melakukan investasi secara formal berupa suntikan modal, namun dapat pula secara informal seperti memegang teguh komitmen, perjanjian, dan kepercayaan yang diberikan.
5. Informasi. Dalam melakukan aliansi, aspek keterbukaan informasi sangat penting. Masingmasing perusahaan mitra harus membagi informasi yang dibutuhkan agar kolaborasi dapat berjalan lancar. Informasi ini antara lain meliputi sasaran, data teknis, pengetahuan dan ketrampilan, kendala-kendala, serta dampak perubahan situasl yang mungkin timbul di kemudian hari.
6. Integrasi.
Masing-masing perusahaan mitra perlu mengembangkan dan memelihara mata rantai hubungan dan membagi pengalaman operasional agar aliansi dapat berjalan mulus. Anggota aliansi perlu memiliki hubungan yang luas dengan
jftberbagai pihak di tiap tingkatan organisasi. Dalam hal ini mitra aliansi harus bertindak sekaligus sebagai pelatih dan peserta.
7. Institusionalisasi.
Tentunya hubungan dalam aliansi akan memberikan status dan kepastian secara formal. Kepastian ini perlu diikuti oleh proses pengambilan keputusan yang jelas, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Formalitas ini sangat penting sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya.
8. Integritas.
Kriteria yang terakhir ini sangat penting dan amat menentukan keberhasilan suatu aliansi bisnis. Tanpa integritas yang kokoh, ketujuh kriteria yang dibahas sebelumnya tidak akan ada maknanya. Setiap perusahaan mitra wajib menjunjung tinggi kejujuran dan etika bisnis serta saling menjaga kehormatan dan kepercayaan mitranya masing-masing.

Incoming search terms:

  • yang dimaksud tathagatha
  • aliran neothomisme
  • apakah keluarga luas itu
  • ekklesia adalah?
  • info lengkap arti dari kuantitas
  • pengertian musik solmisasi

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • yang dimaksud tathagatha
  • aliran neothomisme
  • apakah keluarga luas itu
  • ekklesia adalah?
  • info lengkap arti dari kuantitas
  • pengertian musik solmisasi