Advertisement

KEADAAN ALAM KOTA CIREBON
Kota Cirebon terletak di wilayah endapan, sehingga setiap tahun sebagian wilayah kota tergenang banjir. Sebagian air tanahnya payau. Jarak rentang timur-barat kota ini sekitar 8 kilometer, sedangkan jarak utara-selatannya 11 kilometer.
Tanahnya subur, tetapi hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pertanian. Di timur, daerah pantainya semakin meluas akibat endapan lumpur sungai, yakni Sungai Krucuk, Kesunean, Lunyu, dan Banjir Kanal yang berfungsi sebagai saluran air menuju Laut Jawa, sekaligus pembatas wilayah Kota Madia Cirebon dan Kabupaten Cirebon.
Suhu udara rata-rata 28° C. Suhu maksimumnya 32,5°C, sekitar bulan September-Oktober. Suhu minimum 21° C, pada bulan Juni-Juli. Curah hujan rata-ratanya 2.113 milimeter setahun dengan rata-rata 88 hari hujan.

Penduduk Kota Cirebon
Tahun 1986 215.056 jiwa. Dari empat kecamatan, yang padat penduduknya Kecamatan Cirebon Barat dan Cirebon Utara. Kecamatan yang berpenduduk terjarang Cirebon Selatan.
Sebagian besar penduduk beragama Islam. Di sana terdapat 60 mesjid, 340 langgar, 49 musala, 14 gereja Protestan, 1 gereja Katolik, 1 wihara, dan 2 kuil. Sebagian besar penduduk menjadi pegawai negeri, nelayan, buruh pelabuhan, pedagang, dan pengrajin. Sebagai kota transit, kebutuhan bahan pokok sehari-hari penduduknya ditunjang daerah penyangganya, yaitu Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan. Sarana pendidikan meliputi 157 sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan 35 sekolah menengah atas (data tahun 1983/1984). Ada pula sekolah yang dikelola Departemen Agama, yaitu 12 madrasah ibtidaiyah, 4 madrasah tsanawiyah, dan 2 madrasah aliyah. Perguruan tinggi yang ada di sana Universitas Sunan Gunung Jati, Institut Agama Islam Negara (IAIN), dan ATPU.
Pelayanan kesehatan masyarakat mencakup 1 rumah sakit umum, yaitu RSU Sunan Gunung Jati, rumah sakit milik pelabuhan Cirebon, 1 rumah sakit bersalin, 8 puskesmas pembantu, dan 3 puskesmas keliling.

Advertisement

PEREKONOMIAN KOTA CIREBON
Kota Madia Cirebon merupakan kota utama kedua di Propinsi Jawa Barat setelah Bandung. Kini, pemerintah merencanakan untuk membangkitkan kembali Cirebon menjadi kota perdagangan, budaya, dan pariwisata karena letak geografis dan sejarah masa lalunya memang memungkinkan.
Untuk mencapai tujuan itu, pelabuhan Cirebon dibenahi dengan memperluas dermaga, serta mening-katkan kemampuan gudang dan penyediaan air. Produksi air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cirebon, yang bersumber dari Cipaniis di Kabupaten Kuningan, ditingkatkan menjadi 860 liter per detik. Dengan peningkatan itu, kebutuhan air bagi kapal-kapal yang singgah akan terpenuhi. Pembangunan terminal cargo direncanakan di daerah Pegambiran, di pinggiran kota. Luasnya sekitar 125 hektar. Daerah itu ditetapkan sebagai kawasan industri yang akan mendapat dukungan kuat dari hasil pertanian Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.
Untuk menunjang perekonomian masyarakat, Pemerintah Daerah Cirebon menyediakan beberapa pusat perbelanjaan yang tersebar di Jalan Pasuketan, Karanggetas, Pekiringan, Gunung Sari, Pekalipan, dan Pasar Pagi. Pusat perbelanjaan terbesar dibangun di Pasar Balong di pusat kota pada 1985. Biaya pembangunannya sekitar 4,5 miliar rupiah.
Usaha persawahan tidak dapat diandalkan untuk menampung tenaga kerja dan sumber perekonomian daerah. Lahan pertanian hanya tinggal 774 hektar. Produksinya 3.069 ton. Hasil palawijanya, yang berupa ketela pohon dan ketela rambat, lebih dari 450 ton.
Hasil perikanan Cirebon hanya berasal dari perikanan laut. Produksi tahun 1980 sebanyak 9.250 ton. Populasi ternak tercatat 152.000 ekor, terdiri atas ayam, itik, kambing, domba, kerbau, dan sapi. q
Produksi gas bumi yang dialirkan dari Bengas berkapasitas 29.667.240 meter kubik pada tahun 1981. Konsumennya 93 persen pengusaha industri. Sumber tenaga listriknya berasal dari PLTA Parakan Kondang yang berkapasitas 10 megawatt; PLTU Sunyaragi 40 megawatt; dan PLTA distribusi Jawa Barat 10 megawatt. Kebutuhan listrik kota ini tahun 1981 tercatat 108.880 kWh.

Incoming search terms:

  • kondisi alam sunyaragi
  • pengertian keadaan alam
  • bentang alam di kota cirebon
  • definisi cirebon utara
  • keadaan alam di cirebon
  • kota cirebon tahun 1986
  • perbedaan kondisi alam cirebon
  • perbedaan kota cirebon dengan kabupaten cirebon
  • sungai krucuk

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kondisi alam sunyaragi
  • pengertian keadaan alam
  • bentang alam di kota cirebon
  • definisi cirebon utara
  • keadaan alam di cirebon
  • kota cirebon tahun 1986
  • perbedaan kondisi alam cirebon
  • perbedaan kota cirebon dengan kabupaten cirebon
  • sungai krucuk