Kebijakan dan legislasi migrasi yang mempengaruhi migrasi

Adalah berguna untuk membedakan antara kebijakan migrasi, yang sengaja dirancang untuk mempengaruhi arus pelaku migrasi, dan peraturan-peraturan migrasi untuk mempengaruhi migrasi yang ternyata mempengaruhi arus pelaku migrasi kendati peraturan tersebut sebenarnya disusun untuk meraih sasaran-sasaran lain. Hampir semua negara menerapkan kebijakan mengenai migrasi internasional. Kebanyakan kebijakan ini sangat membatasi para imigran, dengan demikian arus imigran legal jauh lebih kecil daripada jika tanpa hambatan (Davis 1981). Akibatnya, banyak negara, khususnya AS, mempunyai banyak imigrai ilegal. Namun, negara- negara tertentu secara aktif mendorong imigran tipe tertentu. Australia, sebagai contoh, pada periode duapuluh tahun setelah Perang Dunia H. secara aktif berusaha meningkatkan populasinya melalui upaya mensubsidi imigrasi dari Eropa sementara pada saat yang bersamaan menghambat imigrasi dari Asia. Walaupun kebanyakan pemerintah menyatakan bahwa hak para warga negara mereka untuk beremigrasi, banyak dari pemerintah ini memberlakukan restriksi terhadap orang-orang tertentu atas dasar pertimbangan keamanan. Lebih dari itu, berbagai restriksi terhadap emigrasi bisa jadi sangat berat, seperti yang dicontohkan bekas Uni Soviet sampai sekarang ini.

Arus migrasi dari desa ke kota terjadi di setiap negara, baik negara maju maupun negara kurang berkembang, sejak permulaan Revolusi Industri. Di negara-negara maju, arus migrasi netto dari desa ke kota pada sebagian kasus telah mereda, sementara di kebanyakan negara kurang berkembang, masih terjadi arus migrasi yang besar dari desa ke kota.

Kebijakan-kebijakan yang ekplisit terhadap migrasi internal biasanya jarang dilakukan, dibandingkan terhadap migrasi eksternal, tapi di kebanyakan negara terdapat suatu seperangkat peraturan yang mempengaruhi migrasi internal baik secara negatif maupun positif. Negara-negara yang mempunyai kebijakan eksplisit berkenaan dengan migrasi internal biasanya berusaha untuk menurunkan pertumbuhan dari kota- kota terbesar mereka atau untuk mendorong pemukiman di daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam penting tapi berpopulasi sangat sedikit.