Advertisement

Akan makin me­lonjak akibat makin banyaknya manusia dan makin besarnya energi per kapita yang diperlukan oleh ma­nusia modern. Di Amerika Serikat telah timbul kesa­daran bahwa kebahagiaan tidak terletak pada cara hi­dup yang menggunakan makin banyak peralatan yang menghabiskan energi. Mereka mulai menghargai ca­ra hidup yang lebih tenang dan lebih bebas dari pen­cemaran. Negeri berkembang yang mendambakan modernisasi untuk menyamai negeri maju pada saat­nya juga akan meniru kesadaran ini. Maka bila nege­ri berkembang juga berhasil menekan pertambahan populasi, dapatlah kiranya pertambahan kebutuhan global akan energi ditekan. Namun hal ini tidak ber­arti bahwa bahan bakar fosil tidak akan habis. Ha­nya saja manusia akan mempunyai waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan penggantinya. Skena­rio di Amerika Serikat adalah sebagai berikut: Diha­rapkan pada tahun 2200 populasi telah konstan sebe­sar 375 juta orang dengan kebutuhan energi empat kali kebutuhan tahun 1970. Setelah minyak dan gas bumi habis atau tak dapat mereka impor, batu bara aKan memegang peranan. Sejak tahun 2000 penggunaan gas dan minyak sintetis (dibuat dari batu bara) secara bertahap ditingkatkan. Pada tahun 2200 separo ke­butuhan energi dipenuhi oleh energi nuklir yang be­bas polusi. Skenario untuk negara lain, termasuk Indonesia, kiranya tidak menyimpang jauh dari ske­nario ini.

Advertisement
Advertisement