Advertisement

KEGIATAN KAMBIUM PEMBULUH, Pertumbuhan sekunder merupakan akibat pembelahan tangensial sel-sel kambium yang ke dalam membentuk unsur-unsur xilem baru dan ke luar unsur-unsur floem baru. Oleh karena itu, paling tidak pada awalnya, sel-sel xilem sekunder dan floem sekunder tersusun secara teratur dalam baris-baris radial. Tebal kambium pembuluh hanya satu sel, dan sel ini pula yang membentuk anak-anak sel ke dalam dan ke luar. Pada akhir setiap pembelahan, satu dari anak-anak sel (pemula) tetap meristematik dan terus-menerus menghidupkan kambium, sedangkan yang lainnya (derivat) berdiferensiasi menjadi sel xilem atau sel floem. Jika sel derivat ini terletak pada arah luar batang, sel tersebut membentuk floem sekunder, dan bila pada arah dalam, membentuk xilem sekunder. Pembelahan sel ini tidak bergantian, dan selalu menghasilkan sel-sel xilem sekunder lebih banyak daripada sel-sel floem sekunder. 6.5 inelukiskan bagaimana dalam setiap pembelahan pemula kambium (yang diikuti dengan derivatnya) menambah sel-sel baru pada xilem dan floem sekunder.
Bila kambium membelah dengan aktif, pembentukan sel-sel berjalan dengan cepat sekali sehingga pada masing-masing sisi kambium terdapat mintakat (zone) sel-sel meristematik yang ke dalam membentuk xilem dan ke luar membentuk floem. Oleh karena itu, sangat sukar bahkan tidak mungkin untuk membedakan pemula sesungguhnya dari derivat terdekat sehingga lebih baik digunakan istilah mintakat kambium ( 6.6) yang mencakup kedua-duanya. Bila dapat dibedakan, pemula sesungguhnya adalah sel yang paling sempit di antara deretan sel-sel yang menyilang mintakat kambium. Oleh karena itu dalam perspektif tiga dimensi, pemula-pemula kambium dan derivat-derivat terdekatnya secara bersama-sama membentuk silinder sel-sel bervakuola dan berdinding tipis yang menerus di antara xilem dan floem. Dalam sebagian besar tumbuhan, daerah kambium tukal dan daerah kambium antartukal membentuk pemula-pemula bentuk gelendong dan jejari sehingga xilem dan floem sekunder membentuk silinder-silinder yang menerus. Tetapi dalam kebanyakan tumbuhan merambat berkayu (misalnya Aristolochia) daerah-daerah kambium tukal hanya membentuk pemula-pemula bentuk gelendong dan daerah antartukal hanya membentuk pemula-pemula jejari. Dalam hal ini sistem pembuluh dibagi menjadi lajur-lajur berbentuk baji (masingmasing berkaitan dengan sebuah lajur xilem primer yang bersebelahan dengan empulur), yang dipisahkan satu dengan yang lainnya oleh jejari-jejari pembuluh yang lebar ( 6.7).

Incoming search terms:

  • kambium tukal

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kambium tukal