KEPEMIMPINAN DALAM KELOMPOK MAHASISWA

51 views

Kepemimpinan dalam Kelompok Mahasiswa Sejarah Perguruan Tinggi di Indonesia – Dalam membicarakan tentang pembinaan mahasiswa di perguruan tinggi, sebaiknya kita melihat perkembangan perguruan tinggi di Indonesia terlebih dahulu. Dalam membicarakan tentang perguruan tinggi di Indonesia, jelas belum ada tradisi yang mengakar. Perguruan tinggi di zaman kuno, yang ada pada waktu Kerajaan Sriwijaya juga tidak meninggalkan peninggalannya. Di lain pihak perkembangan perguruan tinggi yang jelas terlihat pada abad kedua puluhan di Indonesia, sejalan dengan politik kolonial Belanda. Hal ini terjadi, akibat pengaruh masa penjajahan. Dengan demikian perguruan tinggi yang diimpor dari Eropa Barat, jelas mempunyai tujuan yang telah disesuaikan dengan politik kolonial Belanda pada saat itu.

Apabila perkembangan perguruan tinggi ditinjau dari tradisi Eropa Barat, maka perkembangannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sana. Pada saat itu kebutuhan yang paling utama adalah perkembangan di bidang industri. Oleh sebab itu, perkembangan perguruan tinggi adalah untuk memenuhi kebutuhan ilmu untuk kemajuan di bidang industri. Perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengetahuan baru, dan seterusnya untuk mengembangkan bidang perindustrian dan akhirnya untuk memajukan kesejahteraan sosial masyarakat Eropa khususnya. Dengan demikian ada kesatuan yang erat antara perkembangan ilmu dengan perkembangan industri, dan perkembangan industri dengan perkembangan bidang pendidikan dan selanjutnya perkembangan kesejahteraan sosial masyarakatnya.

Bila kita tinjau permasalahan ini dalam perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya perkembangan Perguruan Tinggi Indonesia yang disesuaikan dengan politik kolonial Belanda, maka jelas mempengaruhi mobilitas pemuda-pemuda Indonesia. Hal ini bermula dari adanya kesempatan untuk belajar di Eropa Barat bagi pemuda-pemuda Indonesia, dengan demikian mereka dapat menikmati pendidikan dan kebebasan individu ala Eropa. Pandangan tentang kebebasan ini adalah pandangan baru yang mempengaruhi tentang pandangan kebangsaan. Konsep kebangsaan ini menjadi subur dalam pemikiran pemuda- pemuda Indonesia yang menjalani pendidikannya di Eropa Barat dan akhirnya diteruskan kepada pemuda-pemuda di Indonesia. Akibatnya, pergerakan kebangsaan dipelopori dan mulai tumbuh serta bekembang subur dari perkumpulan pemuda dan mahasiswa.

Misi perguruan tinggi pada saat itu memang disesuaikan dengan politik kolonial Belanda pada saat tersebut. Jelaslah bahwa pendidikan tinggi ini tidak mengakar pada masyarakat. Malahan di kalangan mahasiswa timbul “misi” yang disesuaikan dengan gerakan kebangsaan. Di samping itu, pada masa-masa tersebut belum ada strata cendekiawan lain dalam masyarakat sehingga kegiatan mahasiswa jelas mendominasi politik langsung. Dalam pergerakannya, kegiatan mahasiswa ini memberikan hasil langsung dan dapat dikatakan cukup cemerlang. Kegiatan politik langsung ini menjadi cap bagi kegiatan kemahasiswaan.

Dapat kita katakan bahwa sebelum adanya NKK, keberadaan perguruan tinggi di Indonesia belum secara terang memikirkan misinya di dalam masyarakat, walaupun sudah ada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengatur misi pendidikan. Program-program operasional perguruan tinggi belum jelas diperinci, sementara itu kegiatan mahasiswa di dalam percaturan politik dapat dikatakan berhasil. Tampaknya hal-hal seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara berkembang lainnya seperti di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Di mana golongan militer, dan nasional revolusioner memegang kekuasaan, mahasiswa hanya merupakan kekuatan politik yang nyata dan biasanya kelompok mahasiswa ini mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Oleh karena keadaan tersebut, yaitu di satu pihak kegiatan mahasiswa dalam kegiatan politik langsung memperoleh keberhasilan dan di lain pihak masih belum adanya bentuk yang mantap tentang misi perguruan tinggi. Di samping hal tersebut dirasakan pula bahwa mahasiswa mengemban tugas suci di dalam proses pembangunan negara, maka mereka sadar akan menduduki strata elit di masa yang mendatang. Jelaslah, dengan keadaan mahasiswa seperti yang telah diuraikan di atas tadi, dari kedudukan dan dari fungsinya, maka dirasakan perlu untuk dipikirkan tentang pola pembinaan kepemimpinan kemahasiswaan, perlu dipikirkan tentang pembinaan di dalam lingkungan universitas, dan juga kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang kegiatan di dalam kampusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *