KEPEMIMPINAN SEBAGAI FOKUS PROSES-PROSES KELOMPOK

246 views

Di antara definisi-definisi terdahulu yang ditemukan oleh penulis, pemimpin dipandang sebagai pusat/fokus dari perubahan, aktivitas dan proses kelompok. Cooley (1902) menyatakan bahwa pemimpin selalu merupakan inti dari tendensi dan di lain pihak, seluruh gerakan sosial bila diuji secara teliti akan terdiri atas pelbagai tendensi yang mempunyai inti tersebut. Mumford (1906-1907) memandang bahwa kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial. Black- mar (1911) melihat kepemimpinan sebagai sentralisasi usaha dalam diri seseorang sebagai cerminan kekuasaan dari keseluruhan. Chapin (1924) memandang kepemimpinan sebagai titik polarisasi untuk kerja sama kelompok.

Menurut Bernard (1927) pemimpin dipengaruhi oleh kebutuhan- kebutuhan dan harapan-harapan dari para anggota kelompok. Pada gilirannya, ia memusatkan perhatian dan pelepasan energi anggota kelompok ke arah yang diinginkan.

Smith (1934) menguraikan berdasarkan ciri-ciri kepribadian pemimpin, yaitu bahwa kelompok sosial yang mencerminkan kesatuannya dalam aktivitas yang saling berhubungan selalu terdiri atas dua hal: pusat aktivitas dan individu-individu yang bertindak sesuai dengan pusat tersebut. Menurut Redl (1942), pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok.

Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam tradisi yang sama, Krech dan Crutchfield (1948) memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.

Knickerbocker (1948) mengikuti alur pikiran yang nampaknya menempatkan dirinya dalam aliran teori pusat kelompok. Dra berpendapat bahwa bila dilihat dalam kerangka dinamika tingkah laku sosial, kepemimpinan adalah fungsi dari kebutuhan yang muncul pada situasi tertentu dan terdiri atas hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Kecenderungan pemikiran dari definisi-definisi tersebut di atas sangat berpengaruh di dalam mengarahkan perhatian kepada pentingnya struktur kelompok dan proses kelompok dalam pembahasan mengenai kepemimpinan. Sangat menarik untuk dicatat bahwa dua dari teori-teori yang pertama (Cooley dan Mumford) memperlihatkan pengalaman yang tinggi/luas dalam persepsi mereka tentang masalah kepemimpinan. Di pihak lain, beberapa definisi tampaknya menempatkan pemimpin yang secara kebetulan menduduki posisi istimewa dalam kemajuan kelompok yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Mereka mengingatkan akan salah satu definisi orang awam tentang pemimpin sebagai seorang individu yang selalu tetap berada di barisan depan kelompok, sehingga tak seorang pun dapat melampauinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *