KEPEMIMPINAN SEBAGAI INISIASI STRUKTUR

192 views

Beberapa penulis memandang kepemimpinan tidak sebagai pe-nempatan suatu posisi atau permainan peran, tetapi sebagai proses pembentukan dan pemeliharaan struktur peranan. Smith (1935) me-nyamakan kepemimpinan dengan pengelolaan diferensiasi sosial melalui proses pemberian stimulus yang akan diintegrasikan oleh orang lain. La Piere dan Farnsworth (1936) memandang suatu situasi dapat dibedakan antara yang satu dengan lainnya oleh keluasannya yang ditata oleh seorang anggota suatu kelompok. Organisasi seperti itu biasanya disebut sebagai kepemimpinan yang berbeda untuk setiap Situasi sosial dalam hal sifat dan tingkatannya.

Gouldner (1950) menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara stimulus yang ditimbulkan oleh pengikut dan yang berasal dari pemimpin: hal ini merupakan kemungkinan bagi pembentukan tingkah laku kelompok. Stimulus dari pemimpin lebih besar kemungkinannya untuk membentuk tingkah laku kelompok daripada stimulus yang berasal dari pengikut, karena salah satunya disebabkan oleh legitimasi yang dimiliki oleh pemimpin. Gouldner tidak sependapat dengan Gibb (1947) bahwa kepemimpinan cenderung akan menghilang bila aktivitas kelompok sangat ditentukan oleh keputusan dan penerimaan suatu organisasi. Bavelas (1960) mendefinisikan kepemimpinan organisasional sebagai fungsi dari pemeliharaan keefektifan operasional dalam sistem pengambilan keputusan yang terdiri atas pengelolaan organisasi.

Homans (1950) mengidentifikasikan pemimpin kelompok sebagai anggota yang mengawali/memprakarsai suatu interaksi. Menurut Hemphill (1954), memimpin adalah mengajak bertingkah laku yang memprakarsai struktur interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah bersama. Stogdill (1955) mendefinisikan kepemimpinan sebagai permulaan dan pemeliharaan struktur harapan dan interaksi.

Kelompok penulis tersebut di atas telah berusaha untuk mendefi-nisikan kepemimpinan berkenaan dengan variabel yang menimbulkan diferensiasi dan pemeliharaan struktur peranan di dalam kelompok. Dengan alasan demikian, definisi yang muncul lebih bersifat teoritik daripada konkrit dan deskriptif. Yang hendak dituju adalah mempertimbangkan proses dasar yang terlibat dalam memunculkan peran kepemimpinan. Teori-teori kepemimpinan mencoba untuk menerangkan (1) faktor-faktor yang terlibat dalam pemunculan kepemimpinan dan (2) sifat dasar dari kepemimpinan. Penelitian tentang dua masalah ini lebih memuaskan daripada teorinya itu sendiri. Namun bagaimanapun teori-teori ini cukup menarik karena teori banyak membantu dalam mendefinisikan dan menentukan masalah-masalah penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *