KEPEMIMPINAN SEBAGAI PEMBEDAAN

44 views

Salah satu prestasi yang cukup menonjol dari sosiologi modern adalah perkembangan dari teori peran. Setiap anggota suatu masyarakat menempati status posisi tertentu, begitu pula halnya pada lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi. Dalam setiap posisi, individu diharapkan memainkan peran tertentu. Kepemimpinan dapat dipandang sebagai suatu aspek dalam diferensiasi peran. Jennings (1944) memandang kepemimpinan muncul sebagai suatu cara berinteraksi yang melibatkan tingkah laku oleh dan untuk individu, yang pada akhirnya diangkat oleh individu lainnya untuk memainkan peranan sebagai pemimpin. Gibb (1954) memandang kepemimpinan kelompok sebagai suatu posisi yang timbul dari proses interaksi itu sendiri. Menurut Gordon (1955), kepemimpinan dapat dikonsepsikan sebagai suatu interaksi antara individu dengan kelompok atau, lebih tepatnya antara individu dengan anggota kelompok. Setiap partisipan dalam interaksi ini dapat dikatakan memainkan peranan dan dengan berbagai cara peran-peran tersebut harus didiferensiasikan antara satu dengan yang lainnya. Dasar untuk diferensiasi ini tampaknya merupakan masalah pengaruh-mempengaruhi yang timbul di antara individu, pcrrjimpin dan para anggota kelompok lainnya.

Sherif dan Sherif (1956) menyatakan bahwa kepemimpinan me-lupakan peranan di dalam suatu skema hubungan dan ditentukan oleh harapan timbal-balik antara pemimpin dengan anggota lainnya. Peran kepemimpinan ditentukan, seperti peran lainnya, oleh harapan-harapan yang baku (norma) yang sangat sulit serta membutuhkan banyak penghargaan dan tanggung jawab yang lebih besar daripada posisi lainnya.

Newcomb, Converse, dan Turner (1965) memandang bahwa para anggota kelompok memiliki kewajiban yang berbeda di dalam mencapai tujuan. Sejauh kewajiban anggota sangat diperlukan maka mereka dapat dipandang sebagai leaderlike;dan sepanjang setiap anggota diperlukan oleh anggota lainnya. Di sini terlihat adanya hubungan antarperan yang harus dimainkan. Kebanyakan penelitian tentang kemunculan dan diferensiasi peranan banyak berkaitan dengan masalah kepemimpinan. Seperti yang dinyatakan oleh Sherif dan Sherif (1956), peranan didefinisikan dalam kerangka harapan-harapan yang dikembangkan oleh para anggota kelompok. Jadi, teori dan penelitian (riset) yang menyinggung masalah bantuan konfirmasi, dan struktur dari harapan merupakan juga masalah kepemimpinan. Semua definisi tersebut di atas, konsepsi peran kepemimpinan secara ketat harus berdasarkan atau sangat ditentukan oleh hasil-hasil penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *