Advertisement

Dimensi tinggi kelonggaran yang terlalu rendah dapat menyebabkan terbatasnya gerakan lutut dan kaki dan terjadinya gesekan atau bahkan benturan antara kaki murid-murid dengan bagian meja selama melakukan aktivitas belajar mengajar. Gesekan dan benturan ini dapat rasa sakit pada bagian lutut dan kaki siswa. Kelonggaran vang terlalu kecil ini juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat belajar sehingga tentunya mempengaruhi konsentrasi dan daya serap siswa. Kelonggaran besar sebetulnya baik tetapi harus diingat bahwa dimensi ini juga tergantung kepada tinggi permukaan meja. Terdapat enam dimensi kritis yang perlu dipertimbangkan dalam analisa dan perancangan kursi dan meja sekolah yaitu: tinggi dudukan kursi, panjang dan lebar dudukan kursi, tinggi sandaran punggung, tinggi permukaan meja dan tinggi kelonggaran meja. Keenam dimensi kritis ini harus dirancang dengan mempertimbangkan dimensi antropometri pemakai yaitu: tinggi popliteal, panjang popliteal, lebar pinggul, tinggi bahu, tinggi lutut dan tinggi siku. Ketidaksesuaian (mismatch) antara dimensi kritis kursi dengan dimensi antropometri pemakai dapat menyebabkan berbagai keluhan rasa pegal dan sakit pada beberapa bagian tubuh pemakai -dalam hai ini anak-anak sekolah dasar. Dalam merancang dan membuat kursi dan meja sekolah untuk anak-anak sekolah dasar, dimensi-dimensi kritis menjadi pertimbangan utama.

Advertisement
Advertisement